Elemen Volta, Elemen Kering dan Akumulator

Attailah Petir – Elemen listrik itu merupakan salah satu sumber yang terdapat  dari arus listrik yang searah (DC), Ada dua macam elemen listrik, yaitu ada elemen primer dan ada juga elemen sekunder.
Listrik
Elemen Listrk
selain itu, dalam dunia kelistrikan juga dikenal istilah Elemen Volta, Elemen Kering dan Akumulator.


Elemen Volta
Elemen Volta
Energi Listrik
Elemen Volta pertama kali ciptakan oleh seorang ahli fisika berkebangsaan Itali bernama Alessandro Volta ( 1745-1847 ). Elemen Volta adalah Elektro kimia yang menghasilkan arus listrik, Susunan Elemen Volta terdiri atas tabung kaca yang berisi Asam Sulfat ( H2SO4 ) Sebagai Larutan Elektrolit lempeng tembaga sebagai kutub positif dan lempeng seng sebagai kutub Negatif.

Jika elektrode seng dan tembaga dicelupkan kedalam larutan Asam Sulfat, maka terjadilah reaksi kimia, yang menyebabkan lempeng tembaga, bermuatan listrik positif dan lempeng seng bermuatan listrik Negatif, Hal ini sendiri menunjukkan bahwa lempeng tembaga memiliki beda potensial yang lebih tinggi daripada lempeng seng.


Elektron sendiri juga akan mengalir dari keping seng menuju ke keping tembaga, Jika kutub ini dirangkai dengan menggunakan lampu, maka arus akan mengalir dari lempeng tembaga ke lempeng seng dan lampu akan menyala.

Beda potensial yang dihasilkan elemen volta tidak akan bertahan lama dan pada waktunya juga lampu pasti akan padam, Hal ini sendiri juga disebabkan oleh gelombang gas hidrogen yang dihasilkan oleh larutan Asam Sulfat akan melekat pada kepingan tembaga, sehingga bisa menghambat aliran elektron.

Prinsip elemen volta ini sendiri juga digunakan untuk membuat Baterai dan Aki yang bisa bekerja dalam jangka waktu yang lebih lama.

Baca Juga: Resistor

Elemen Kering
Elemen Kering
Solar Panel
Lampu senter menggunkana Batu Baterai sebagai sumber arus dan batu baterai ini sendiri merupakan elemen kering atau sel kering, Batu Baterai juga berguna untuk mengubah Energi Kimia Menjadi Energi Listrik. Batu baterai ini sendiri juga terdiri dari 2 elektrode dan masing-masing elektrode memiliki bahan kimia yang berbeda.

Kedua Elektrode tersebutlah yang nantinya menjadi kutub positif dan juga kutub negatif pada Batu Baterai, Elemen kering yang banyak dibuat terdiri atas wadah seng yang berisi zat yang menghasilkan arus listrik dengan reaksi kimia, wadah ini sendiri merupakan kutub Negatif dari Batu Baterai.

Di tengah wadah juga teradapat batang karbon dimana fungsinya sendiri sebagai kutub positif, Jika kutub negatif atau seng dan kutup positif atau batang karbon dihubungkan dengan sebuah penghantar atau pun kawat, maka akan terjadi aliran elektron dari seng menuju karbon, dan elektron mengalir dari kutub negatif menuju rangkaian dan kembali lagi masuk ke batang karbon.

Sebuah batu baterai dengan ukuran yang kecil biasanya memiliki tegangan 1,5 V dan Batu Baterai yang disusun seri akan menghasilkan nilai tegangan yang lebih besar dan merupakan penjumlahan dari banyaknya Batu Baterai, jika 3 buah Batu Baterai bertegangan 1,5Volt dipasang seri maka tegangannya menjadi 4,5Volt.

V (total ) = V1 + V2 + V3

Baca Juga: Sony Xperia TM

Peratan Elektronika yang menggunakan Batu Baterai sebaiknya dimataikan saja jika tidak dipergunakan, Karena Energi Kimia dalam Baterai akan cepat habis, dan ujung-ujungnya tidakakan bisa digunakan lagi, Batu Baterai yang terbuat dari bahan seng dan karbon pasti akan habis dan tidak akan pernah bisa diisi kembali.

Sedangkan Batu Baterai yang terbuat dari bahan Nikel – Cadmium itu bisa diisi kembali dengan arus listrik jika energi yang terdapat di dalam batu baterai tesebut sudah habis, Penggunaan Batu Baterai ini memang lebih awet karena bisa digunakan beberapa kali, tapi harganya juga tentu relatif lebih mahal dari harga batu baterai biasa tentunya.

Akumulator ( Aki )
AKI
AKI
Akumulator atau Aki  termasuk kedalam elemen sekunder, yaitu elemen yang reaksi kimianya bisa dibalik, pada pengisian Aki, kutub positif Aki dipasangkan pada kutub negatif sumber tegangan arus searah, dan kutub negatif dipasangkan pada kutub positif sumber tegangan arus searah.

Raksi kimia yang terjadi pada saat mengisi Aki kembali dengan pada saat digunakan, berbeda halnya dengan Batu Baterai yang reaksi kimianya tidak bisa dibalik, kutub positif akumulator sendiri berupa lempeng-lempeng timbal peroksida berpori dan kutub negatif erupa lempeng-lempeng timbal murni berpori yang keduanya dimasukkan kedalam larutan Asam Sulfat.

Setiap pasang lempeng kutub positif dan negatif disebut satu pasang sel yang mampu menghasilkan beda potensial sebesar 2 Volt, Sebuah Aki biasanya terdiri atas beberapa sel untuk bisa menghasilkan tegangan yang lebih besar sebagai contohnya adalah Aki 6 Volt  yang terdiri atas 3 pasang sel dan Aki yang 12 Volt terdiri atas 6 pasang sel.

Pada Aki terjadi perubahan energi dari energi kimia menjadi energi listrik, jika Aki itu sendiri digunakan secara berkesinambungan atau terus menerus maka energinya pasti akan melemah, arus listrik yang mengalir menjadi lebih kecil, dan keping-keping pada sel dilapisi oleh Timbal Sulfat dan Asam Sulfat yang semakin encer sehingga bisa menghambat aliran elektron.

Untuk mengembalikan ke keadaan semuala, maka Aki harus diisi kembali atau kita lebih sering menyebutnya dengan istilah di setrum, pemberian tegangan pada saat mengisi Aki yaitu kutub Positif Aki dipasangkan pada kutub positif sumber energi listrik dan kutub negatifnya juga dipasangkan ke kutub negatif sumber engergi listirk, pengisian Aki ini akan menguraikan timbal sulfat yang melapisi keping, sehingga elektron-elektron akan mengalir seperti semula.

Untuk mejaga daya tahan Aki dan menghindari kerusakan, selain Aki harus diperiksa secara berkala, larutan Asam Sulfat pun harus diganti jika berat jenisnya sudah tidak sesuai lagi, di dalam kehidupan sehari-hari Aki itu sendiri sering kita jumpai pada mobil atau pun motor, Aki itu sendiri digunakan untuk menghidupkan mesin mobil sebagai sumber Energi Listrik, dan di daerah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN, Aki dimanfaatkan sebagai sumber engeri untuk TV maupun Radio.

Saya Attailah asal Aceh 26 tahun hobi menulis.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »