Rumah Adat Aceh

Attailah Petir - Aceh merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang beribukotakan Banda Aceh, Aceh juga merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi khusus, letak aceh di bagian ujung pulau sumatera menjadikan aceh sebagai provinsi paling barat di indonesia. 

Rumah Aceh
Rumah Adat Aceh
Jumlah penduduk provinsi ini lebih kurang sekitar 4.500.000 jiwa, letaknya juga sangat dekat dengan Kepulauan Andaman dan juga Nikobar di India dan hanya terpisahkan oleh Laut Andaman, Aceh juga berbatasan langsung dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan juga Sumatra Utara di sebelah tenggara dan selatan.


Rumah Adat Aceh atau dalam bahasa Aceh nya disebut dengan nama Rumoh Aceh merupakan rumah adat dari suku aceh itu sendiri, Jika dilihat dari segi desain, rumah ini berbentuk rumah panggung yang memiliki 3 bagian utama dan juga 3 bagian tambahan dalam satu unit rumah.

3 bagian inti dari rumah aceh tersebut tidak lain adalah Seuramoe Keu atau serambi depan dari rumah aceh, kemudian terdapat Seuramoe Teungoh atau serambi tengah, dan yang ketiganya adalah Seuramoe Likot atau serambi belakang atau ruang tamu bagian belakang dari sebuah rumah adat aceh.


1 bagian tambahan lain dari rumah adat aceh ini tidak bukan dan tidak lain adalah Dapu atau Dapur, dan yang unik dari rumah aceh ini sendiri tidak lain adalah bagian atap nya yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan pusaka keluarga.

1 hal yang harus diketahui oleh setiap orang adalah pada saat membuat rumah aceh, baik balai, masjid maupun bangunan lainnya adalah pada tiang utama saat mulai membuat bangunan tersebut diikat sedikit kain merah dan putih kain khusus tersebut dibuat untuk memulai pekerjaan pembuatan bangunan tersebut.

Tiang yang diikat kain tersebut adalah tiang Raja dan Putri atau dalam bahasa aceh nya disebut dengan nama Tameh Putroe dan Tameh Raja. Maka dari itu terlihatlah bahwa suku Aceh bukanlah suku yang melupakan apa yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka.


Aceh sudah mulai dihuni manusia sejak zaman Mesolitikum, hal tersebut dibuktikan dengan keberadaan situs Bukit Kerang yang diklaim sebagai peninggalan zaman tersebut di kabupaten Aceh Tamiang, selain itu pada situs lain yang dinamakan dengan Situs Desa Pangkalan juga pernah dilakukan ekskavasi serta berhasil ditemukan artefak peninggalan dari zaman Mesolitikum berupa kapak Sumatralith, fragmen gigi manusia, tulang badak, dan beberapa peralatan sederhana lainnya.

Selain di kabupaten Aceh Tamiang, peninggalan kehidupan prasejarah di Aceh juga ditemukan di daerah dataran tinggi Gayo tepatnya di Ceruk Mendale dan Ceruk Ujung Karang yang terdapat disekitar Danau Laut Tawar, Penemuan situs prasejarah ini mengungkapkan bukti adanya hunian manusia prasejarah yang telah berlangsung disini pada sekitar 7.400 hingga 5.000 tahun yang lalu.

Aceh memiliki 23 Kabupaten kota yang tersebar di berbagai belahan bumi Aceh, dan aceh sudah memiliki 16 Generasi Gubernur hingga Postingan ini admin tuliskan, dimulai dari tahun 1946 hingga tahun 2019 ini ( Sebelum Pemilu ).

Saya Attailah asal Aceh 26 tahun hobi menulis.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »