Rumah Cut Mutia Aceh Utara

Attailah Petir - Setiap wilayah di indonesia pasti memiliki adat dan juga budayanya masing-masing, dan setiap adat dan budaya setiap daerah di indonesia tidak selamanya harus sama, begitu juga dengan rumah cut mutia yang menjadi sejarah peninggalan seorang pahlawan wanita asal aceh.
Rumah Cut Mutia
Rumah Aceh
Tjoet Nyak Meutia atau yang lebih dikenal dengan sebutan cut mutia ini merupakan seorang pahlawan wanita kelahiran desa masjid pirak kecamatan matang kuli kabupaten aceh utara pada tahun 1870 hingga 1910 dan masuk ke dalam daftar pahlawan nasional indonesia.

Baca Juga: Rumah Adat Aceh 

Suami dari cut nyak mutia ini juga merupakan salah seorang pejuang dari aceh yang lebih dikenal dengan sebutan Teuku Tjik Tunong, namun Teuku Tjik Tunong gugur pada bulan maret 1905 yang dikarenakan tertangkap oleh tentara-tentara belanda dan menjalani eksekusi oleh belanda di tepian laut di lhokseumawe.

Namun hanya berselang 5 tahun setelah kepergian suaminya, Cut Mutia juga ikut gugur dalam sebuah pertempuran di alue kurieng dan masih dikenang hingga sekarang, namun tetap saja sebuah peninggalan yang sangat berarti bagi masyarakat aceh terutama masyarakat aceh utara yang tidak lain adalah sebuah rumah adat.

Baca Juga: Pulau Rubiah

Seperti yang sudah kita sebutkan diatas bahwa rumah adat cut mutia ini berada di desa masjid pirak, kecamatan matang kuli kabupatan aceh utara kini menjadi salah satu tempat bersejarah yang banyak dikunjungi baik oleh masyarakat sekitar maupun turis dari berbagai negara.

Beberapa peninggalan seperti tampungan padi, balai, dan juga beberapa perlatan lain masih sangat terjaga dengan baik, tempat bersejarah ini  ramai dikunjungi masyarakat sekitar pada hari sabtu dan juga minggu sore, banyak kalangan muda-mudi yang berdatangan dan mengabadikan momen tersebut dengan menggunakan kamera handphone.

Beberapa tahun terakhir banyak acara yang diadakan di lokasi ini untuk memperingati atau mengenang hari kepergian Cut Mutia dan mengenalkan lebih jauh tentang perjuangan keras pahlawan wanita ini kepada dunia, dan acara tersebut juga dihadiri oleh banyak masyarakat yang di sekitar area Rumah Cut Mutia.

Saya Attailah asal Aceh 26 tahun hobi menulis.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »