Peternakan Ayam Kampung Tradisional

Attailah Petir - ayam merupakan salah satu jenis unggas yang paling digemari masyarakat indonesia dan banyak dipelihara oleh kebanyakan masyarakat yang tinggal di daerah perkampungan pada umumnya.
Ayam
Ayam
Kebanyakan orang yang tinggal di perkampungan lebih memelihara ayam secara tradisional ketimbang mereka membangun peternakan untuk memelihara ayam dam jumlah yang besar yang akan membutuhkan modal yang besar pula.

Pada dasarnya, ayam yang dipelihara oleh kebanyakan orang yang tinggal di pedesaan merupakan jenis ayam kampung yang di budidayakn secara turun temurun, di Aceh Utara misalnya, hampir semua rumah di desa tersebut membudidayakan ayam secara turun temurun secara tradisional.
Padahal jika seandainya mereka beternak ayam kampung dengan serius atau benar-benar membuat sebuah peternakan ayam dalam jumlah besar, maka tidak menutup kemungkinan keuntungan yang akan mereka dapatkan akan jauh diatas rata-rata.
Ayam Betina
Ayam Betina
Dikarenakan pemeliharaan ayam kampung tidak seribet pemeliharaan ayam broiler yang membutuhkan perawatan yang ekstra hati-hati, ayam kampung bisa di rawat dengan mudah dan tidak membutuhkan pakan khusus yang harganya lumayan mahal.

Namun kembali lagi, waktu yang dibutuhkan untuk bisa panen ayam kampung jauh lebih lama bila dibandingkan dengan ayam pedaging yang bisa di panen hanya dalam waktu +- 40hari saja, ayam kampung bisa memakan waktu agar bisa panen 2 sampai 3 kali lipat dari waktu pemeliharaan ayam broiler atau ayam pedaging.
Ayam kampung sangat jarang terjangkit oleh penyakit, dikarenakan ketahanan tubuhnya yang lebih kebal terhadap penyakit, tidak hanya itu, ayam kampung juga memiliki daging yang lebih renyah dan lebih terasa bila dibandingkan dengan ayam pedaging atau broiler yang beredar di pasaran.
Ayam
Ayam Selfie
Dipedesaan orang memelihara ayam kampung ini dengan cara yang sangat tradisional, hanya bermodalkan tempat saja, ayam kampung bisa hidup tanpa ada keluhan sama sekali, bahkan beberapa orang yang beternak ayam kampung ini memelihara ayam tanpa memiliki kandang sama sekali.

Ada juga dari mereka yang memiliki kandang ayam sebagai tempat untuk ayam mereka bermalam, namun ayam kampung lebih memilih bermalam diatas pohon, dimana hal ini akan sangat berbahaya bagi keselamatan ayam-ayam tersebut dari serangan binatang liar di malam hari.

Dikarenakan begitu mudah sistem pemeliharaan ayam di pedesaan di aceh utara, maka tidak heran jika hampir setiap rumah pasti memelihara ayam untuk kebutuhan mereka sendiri, namun tidak sedikit juga masyarakat yang membudidayakan sistem peternakan ayam dengan cara ini dalam jumlah yang lumayan banyak, dimana ayam-ayam yang dipelihara tersebut nantinya akan di jual pada saat mendekati momen-momen tertentu seperti maulid, lebaran, dan hari-hari besar islam lainnya.
Ayam Jantan
Ayam Jantan
Pakan yang diberikan untuk ayam yang di pelihara dengan sistem ini juga tidak menentu, dikarenakan banyak dari warga yang berprofesi sebagai petani padi, maka mereka bisa mengumpulkan ujung pada dan bijih padi yang tidak berisi untuk dicampurkan dengan dedak penggilingan padi, dicampur dengan sedikit air lalu di aduk rata agar pakan tersebut lebih mudah untuk dimakan oleh ayam-ayam yang mereka pelihara.

Setiap momen-momen yang di rayakan di daerah Aceh Utara dan beberapa wilayah aceh lainnya pasti yang menjadi menu faforit kebanyakan orang pasti masakan ayam, namun bukan ayam pedaging, tapi ayam kampung yang banyak di budidayakan ini, harga yang ditawarkan untuk 1 ekor ayamnya juga berfariasi, mulai dari Rp 30.000 hingga 120.000, tergantung dari besarnya ayam tersebut dan juga varian dari ayam itu sendiri.

Baca juga
Kegunaan Hutan Mangroove
Paria Gunung

Saya Attailah asal Aceh 26 tahun hobi menulis.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »