5 Bencana Alam Terdahsyat Sepanjang Tahun 2019


AttailahPetir Bencana Alam selalu datang tidak menentu dan tidak dapat diperhitungkan akan kedatangannya dan seperti yang kita tahu bahwa setiap bencana datang pastinya membawa kerugian baik dari segi harta hingga ada yang kehilangan nyawa akibat dari terjadinya bencana. Dikarenakan bencana datang tidak menentu tentu saja tidak akan ada orang yang tahu kecuali memang kondisi alam yang memang benar-benar bisa diperkirakan.
5 Bencana Alam Terdahsyat Sepanjang Tahun 2019
Tapi walau bagaimana pun tetap saja bencana alam tidak dapat dihentikan dan beberapa bencana yang dapat diperhitungkan akan kedatangannya bisa dilakukan persiapan agar saat bencana tersebut terjadi semua orang sudah memiliki persiapan masing-masing baik untuk menyelamatkan diri hingga menyelamatkan harta benda yang mereka miliki masing-masing.

Pada tahun 2019 lalu bencana seakan datang tanpa henti yang menerjangbeberapa belahan bumi dan menyebab kerugian hingga hingga ratusan ribu hingga Jutaan Dollar AS dimana bencana tersebut mulai dari Banjir, Erupsi Gunung Berapi, Badai, Angin Tornado, Tanah Longsor bahkan hingga Gempa Bumi yang amat Dahsyat. Dari sekian banyak bencana alam yang terjadi di dunia pada tahun 2019 lalu kali ini admin ingin menyebutkan 5 Bencana alam Terdahsyat sepajang 2019 menurut admin.

Baca Juga

Mungkin pendapat pembaca dengan apa yang admin utarakan bisa saja berbeda namun admin rasa tidak akan terlalu jauh dan berikut adalah 5 Bencana Alam Terdahsyat tahun 2019.

Topan Lekima

Pada posisi pertama disini admin menempatkan Topan Lekima sebagai bencana alam terdahsyat 2019 karena Topan Lekima ini merupakan topan terparah sepanjang 2019 sekaligus yang paling mengerikan di dunia. Topan Lekima ini terjadi selama 12 hari lebih tepatnya pada tanggal 2 hingga tanggal 14 Agustus 2019 lalu dan berefek pada beberapa negara.

Beberapa negara yang terkena dampak dari Topan Lekima ini diantaranya adalah Filipina yang menewaskan 31 orang, di Taiwan menewaskan 2 orang dan 15 orang terluka parah dan yang paling parah adalah di tiongkok yang menyebabkan 56 orang kehilangan nyawa dengan orang hilang yang mencapai 14 orang. sementara di Malaysia Topan Lekima ini membunuh 1 orang dan melukai 10 Orang.

Tidak hanya itu Topan Lekima ini juga merusak sejumlah fasilitas Umum seperti tempat hunian, kerusakan jalan dan juga kerusakan jembatan yang terjadi akibat Banjir yang sangat parah. Sementara untuk kerugian ditaksi mencapai US$ 9.28 miliar atau setara dengan Rp 129 Trilliun.

Topan Hagibis

Selanjutnya bencana alam terparah yang pernah melanda dunia pada thun 2019 adalah Topan Hagibis dan seperti yang kita tahu bahwa saat topan terjadi pastinya hujan lebat juga akan turun yang ujung-ujungnya akan menyebabkan banjir dan juga tanah longsor. Setidaknya Topan Hagibis ini menyebabkan 95 orang tewas dan 7 orang hilang di jepang pada Bulan Oktober 2019 lalu atau lebih tepatnya Topan Hagibis ini mulai tanggal 4 hingga tanggal 20 Oktober 2019.

Topan yang terjadi selama 16 hari ini mengakibatkan jepang porak-poranda dan kondisi yang paling parah yang terjadi adalah di Kanto karena sebelum Topan Hagibis ini melanda jepang juga baru saja diterjang Topan Faxai dan untuk kerugian yang dialami akibat dari topan yang satu ini mencapai US$ 15 miliar atau setara dengan Rp 209 Trilliun. Tidak hanya banjir saja longsor juga terjadi akibat dari topan ini dan tidak hanya itu sebanyak 230.000 orang lebih di evakuasi untuk alasan keselamatan.

Baca Juga

Gelombang Panas di India

Sejenak meninggalkan Topan, Bencana Alam terdahsyat sepanjang 2019 lalu berasal dari gelombang panas yang terjadi di berbagai belahan dunia namun yang paling parah adalah yang terjadi di India dimana menurut informasi yang admin dapatkan suhu terpanas yang terjadi di india pada tahun 2019 lalu mencapai 50,80C.

Tidak hanya India ternyata pakistan juga merasakan hal yang serupa, kekeringan terjadi di india dan pakistan membuat kedua negara tersebut kekurangan air bahkan hingga waduk pun mengering. Selain itu akibat dari kekurangan air tersebut memicu aksi kriminalisasi dan tidak sedikit juga dari para penduduk yang melakukan protes karena pemerintah tidak becus dalam pengelolaan air.

Gelombang panas tersebut terjadi pada bulan Mei hingga pertengahan bulan Juni lalu. Sebanyak 184 orang tewas di wilayah Bihar sementara itu 5 bayi meninggal di pakistan akibat dari gelombang panas tersebut.

Longsor & Banjir Sentani

Selanjutnya bencana alam terdahsyat yang akan admin sebutkan adalah kejadian longsor yang terjadi pada 16 Maret 2019 lalu yang menyebabkan 83 orang meninggal dunia dan 75 orang lainnya luka ringan dan kejadian tersebut terjadi di wilayah setani Jayapura. Selain korban yang meninggal dan juga luka ringan terdapat 84 orang dengan luka berat yang juga membutuhkan bantuan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Selain itu korban yang harus di ungsikan ke tempat yang lebih aman juga mencapai 4.273 orang sedangkan untuk fasilitas yang menjadi korban adalah sebanyak 350 rumah, 3 jambatan dan juga 8 sekolah menjadi rusak. Pada dasarnya air hujan yang seharusnya diserap oleh pengunungan namun dikarenakan puncak pengunungannya telah diubah mejadi pemukiman warga dan juga lahan pertanian maka air hujan yang turun dalam jumlah yang tidak sedikit tidak tertampungkan dan tidak tertahankan oleh apa pun kecuali oleh pemukiman warga.

Banjir Bandang Sulawesi Selatan

Terakhir Bencana Alam Terdahsyat menurut admin dan yang bisa admin sebutkan pada postingan kali ini adalah Banjir Bandang yang terjadi di Wilayah Maros, Goa dan juga Janepoto di sulawesi selatan yang menyebabkan sejumlah fasilitas umum rusak parah. Banjir bandang tersebut terjadi pada tanggal 22 Januari 2019 lalu yang merenggut 59 nyawa dan juga 25 orang lainnya dinyatakan hilang.

Selain itu sebanyak 3.481 orang diharuskan mengungsi akibat terjadinya bencana dahsyat ini, belum sampai disitu saja ribuan rumah terendam banjir dan fasilitas umum seperti sekolah, jembatan, tempat ibadan dan juga sarana-saran umum lainnya rusak parah akibat terjadinya Banjir Bandang tersebut dan lebih dari 11 ribu hektar sawah terendam bajir bandaing tersebut.

Baca juga

Saya Attailah asal Aceh 26 tahun hobi menulis.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »