Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Karakteristik Sistem Ekonomi Pancasila

Karakteristik Sistem Ekonomi Pancasila
Karakteristik Sistem Ekonomi Pancasila - Beberapa bulan yang lalu, pasokan minyak goreng di pasar umum maupun supermarket menjadi semakin langka. 

Sekalinya ada, harganya malah menjadi sangat mahal ! Pemerintah pun sampai-sampai harus turun tangan langsung demi menyelesaikan masalah tersebut. 

Sebenarnya kelangkaan minyak goreng tersebut merupakan salah satu masalah ekonomi yang dialami oleh negara tercinta kita ini. 

Harus diakui memang kalau setiap negara pasti mempunyai solusi yang berbeda dalam menyelesaikan masalah ekonomi mereka masing-masing atau yang disebut dengan sistem istilah ekonomi. 

Pengertian Sistem Ekonomi Pancasila

Sistem Ekonomi Pancasila merupakan cara yang digunakan guna mengatasi masalah-masalah ekonomi yang terjadi di indonesia ini. 

Pada dasarnya, masalah ekonomi yang dihadapi oleh tiap-tiap negara yang ada di dunia ini sama-sama saja. 

Tetapi, karena sistem pemerintahan, sumber daya alam, serta teknologi yang ada di setiap negara yang tidak sama, membuat masing-masing negara memiliki sistem ekonominya sendiri-sendiri.

Jenis-jenis Sistem Ekonomi Pancasila

Beberapa jenis Sistem Ekonomi yang diantu di dunia ini diantaranya adalah sebagai berikut 

Sistem Ekonomi Tradisional

Jenis Sistem Ekonomi Tradisional ini merupakan sistem ekonomi yang paling sederhana dan paling umum dijalankan oleh setiap orang di dunia pada zaman dulu. 

Cara penyelesaian masalah yang timbul dari Sistem Ekonomi Tradisional ini pada dasarnya memang didasari oleh kebiasaan, tradisi, dan juga adat istiadat yang sudah ada secara turun-temurun. 

Alhasil produksi hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau dengan kata lain tidak diperjualbelikan. 

Maka dari karenanya masyarakat hanya mengandalkan tenaga dan juga sumber daya alam seadanya, tanpa adanya bantuan teknologi-teknologi canggih.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Adapun ciri-ciri Ekonomi Tradisional ini sendiri diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tidak adanya rumah tangga produksi dan juga rumah tangga konsumen. Pemenuhan kebutuhan masyarakat hanya dilakukan dengan sistem barter.
  • Belum adanya teknologi-teknologi canggih untuk menghasilkan suatu barang untuk diproduksi secara massal seperti sekarang ini.
  • Teknik produksi dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, seperti bertani, berkebun dan juga berburu.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Meskipun terlihat sangat sederhana, tapi sebenarnya sistem ekonomi tradisional ini memiliki beberapa keuntungan.

Keuntungan yang bisa didapat dari sistem Ekonomi Tradisional ini adalah tidak adanya eksploitasi sumber daya alam maupun tenaga manusia yang terlalu berlebihan. 

Hal ini disebabkan karena masyarakatnya enggan untuk mencari keuntungan berlebih seperti kebanyakan manusia serakah sekarang ini.

Tapi mereka lebih ke memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Peluang untuk terjadinya konflik antar masyarakat pun jadi semakin kecil.

Sedangkan untuk kekurangan dari Sistem Ekonomi Tradisional ini adalah terbatasnya hasil produksi, pertumbuhan ekonomi melambat, serta barang yang jadi tidak senilai pada saat melakukan barter. 

Misalnya saja ketika anda ingin menyantap singkong rebus yang mengharuskan anda untuk menukarkan 1 ekor agar anda bisa mendapatkan sepiring singkong rebus tersebut. 

Padahal, kalau dihitung-hitung dengan baik dan benar sebenarnya nilai tukar ayam jauh lebih besar daripada singkong.

Sistem Ekonomi Liberal

Sistem Ekonomi Liberal atau pasar merupakan Jenis Sistem Ekonomi yang lebih ke memberikan kebebasan kepada masyarakat dalam menjalankan kegiatan produksi, distribusi, maupun konsumsi. 

Berbeda dengan Sistem Ekonomi Tradisional yang sudah kita bahas diatas tadi yang hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari saja.

Tujuan dari Sistem Ekonomi Liberal ini sebenarnya lebih ke mencari keuntungan sebanyak-banyaknya saja dibandingkan dengan kebutuhan lain-lain.

Peran pemerintah dalam Jenis Sistem Ekonomi Liberal ini hanya sebagai pengawas saja, bahkan bisa dibilang hampir-hampir tidak ada sama sekali. 

Pada dasarnya Sistem Ekonomi pasar Sejalan dengan teori Adam Smith yang berbunyi, "Laissez Fairre, Laissez Passer," yang maknanya lebih kurang adalah kegiatan ekonomi harus diserahkan kepada masyarakat. 

Sistem ekonomi ini lebih banyak diterapkan oleh negara-negara yang ada di benua Amerika dan juga Eropa, seperti Amerika Serikat, Inggris, ataupun Jerman.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Liberal

Adapun ciri-ciri dari Sistem Ekonomi Liberal diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Masyarakat akan terbagi menjadi 2 golongan yakni golongan pemberi kerja yang bebas yang menentukan bidang usaha mereka dan yang kedua ada golongan penerima kerja yang diberikan kebebasan dalam memilih pekerjaan yang mereka inginkan.
  • Masyarakat akan diberi kebebasan untuk membeli alat-alat produksi dengan menggunakan uang pribadi.
  • Timbul persaingan ekonomi antar masyarakat.
  • Peran pemerintah dalam hal pengelolaan ekonomi masyarakat jadi sangat minim.
  • Kegiatan ekonomi selalu mempertimbangkan kondisi pasar.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal

Seperti yang sudah admin singgung diawal tadi kalah negara lebih memberi kebebasan kepada rakyat dalam menjalankan roda perekonomian. 

Maka dari karenanya disini masyarakatlah yang berperan sebagai produsen dan bebas untuk berinovasi dalam menciptakan sebuah produk. 

Namun memang di sisi lain, masyarakat yang menjadi konsumen memiliki banyak opsi barang dengan beragam kualitas.

Akan tetapi, sistem ekonomi pasar juga akan berdampak buruk pada sebagian pihak, terutama untuk mereka yang tidak memiliki banyak modal. 

Penjual dengan modal sedikit akan lebih mudah kalah dibandingkan dengan pengusaha-pengusaha yang memiliki modal yang tinggi. 

Mereka akan lebih mudah kalah dari segi kualitas, produktivitas, bahkan akan sangat sulit membuat promo karena lebih memikirkan untuk menghindari kerugian. 

Selain itu, efek negatif lainnya yang bisa ditimbulkan oleh Sistem Ekonomi Liberal ini adalah negara bisa saja mengalami resesi atau krisis ekonomi.

Sistem Ekonomi Komando

Berbeda Jauh dengan Sistem Ekonomi Liberal yang sudah kita bahas diatas barusan, kalau Sistem Ekonomi Komando ini merupakan kebalikan dari sistem ekonomi liberal tadi.

Dalam sistem Ekonomi Komodo ini pemerintah lebih menguasai sumber daya alam maupun modal guna menggerakkan roda perekonomian masyarakat. 

Merekalah yang menentukan barang apa saja yang kira-kira akan diproduksi, cara pendistribusian, harga jual, hingga pekerjaan. 

Adapun tujuan sistem ekonomi ini sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan bersama. 

Maka sangat wajar rasanya jika Sistem Ekonomi Komando ini disebut sebagai sistem ekonomi terpusat / terpimpin / sosialis. 

Contoh negara yang menerapkan sistem ekonomi komando yang paling umum orang tahu adalah Korea Utara.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komando

Beberapa Ciri dari Sistem Ekonomi Komando ini diantaranya adalah sebagai berkut:

  • Sumber daya dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah, sehingga masyarakat tidak diperbolehkan untuk mengambil secara bebas.
  • Seluruh kegiatan ekonomi diatur langsung oleh pemerintah.
  • Peran masyarakat hanya sebagai pelaksana kegiatan Ekonomi saja.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Komando

Negara yang menerapkan sistem ekonomi komando ini memang dikenal terkesan otoriter.

Tapi sebenarnya negara tersebut jarang sekali mengalami krisis ekonomi, karena pemerintahnya yang berusaha untuk menjaga ekonomi agar tetap dalam kondisi yang stabil. 

Pendapatan dari setiap masyarakat pun selalu merata, karena pemerintah sudah mengatur distribusi pekerjaan bagi setiap orang yang ada dinegara tersebut.

Pastinya anda sudah bisa menebak apa saja kekurangan Sistem Ekonomi Komando ini.

Kekurangannya tidak lain adalah masyarakat tidak memiliki ruang untuk berinovasi karena segala sesuatu sudah diatur oleh sistem pemerintahan. 

Kualitas barang pun juga jadi tidak bisa maksimal, hak milik pribadi tidak diakui, serta kebijakan-kebijakan yang akan cenderung bersifat memaksa.

Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran ini merupakan gabungan dari kelebihan sistem ekonomi pasar dan juga sistem ekonomi komando yang sudah kita bahas diatas tadi. 

Artinya, pemerintah dan rakyatnya sama-sama bisa peran dalam menyelesaikan masalah perekonomian. 

Beberapa contoh negara yang menggunakan sistem ekonomi campuran ini diantaranya ada Brazil, Mesir, dan juga negara Prancis.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran

Beberapa ciri dari Sistem Ekonomi Campuran ini diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Pemerintah, pihak swasta, ataupun masyarakat sama-sama bekerjasama dalam mengatasi masalah perekonomian yang timbul.
  • Pemerintah bertugas untuk mengontrol sumber daya yang vital seperti hutan, air, listrik, dan lain-lain yang dimiliki oleh negara.
  • Masyarakat diberikan kebebasan dalam menentukan barang apa yang kira-kira akan diproduksi, metode pembuatannya, serta harganya, dengan tetap dalam pengawasan dari pemerintah.
  • Jika harga barang yang ada di pasaran melonjak tinggi dan mengalami kelangkaan, maka saat itulah pemerintah yang memiliki kewenangan untuk \menetapkan batasan harga jual.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Dengan adanya kebebasan pihak swasta maupun masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi ini, serta didukung dengan kebijakan dari pemerintah membuat kestabilan ekonomi ini bisa tetap terjaga. 

Selain itu, kelebihan sistem ekonomi campuran ini adalah  meningkatnya kreativitas dari para pengusaha ataupun para pelaku UMKM. 

Tapi walaupun begitu, pemerintah selalu harus berupaya mencegah terjadinya monopoli usaha yang bisa saja dilakukan oleh pihak swasta. 

Jadi, dengan sistem tersebut persaingan usahanya tetap sehat .

Kalau kekurangannya mungkin adalah berupa penerapan sistem ekonomi campuran ini yang terkadang berat sebelah. 

Kalau misalkan campur tangan dari pemerintah terlalu sedikit, maka memungkinkan untuk berlakunya sistem ekonomi pasar atau liberal. 

Sebaliknya, jika campur tangan pemerintah terlalu kuat, maka akan sangat berpeluang untuk menimbulkan sistem ekonomi komando.

Sistem Ekonomi di Indonesia

Setelah membahas ke 4 sistem ekonomi diatas tadi, admin yakin anda pasi sangat penasaran kira-kira sistem ekonomi yang dianut oleh negara indonesia ini apa.

Jawaban singkatnya, Indonesia menganut Sistem Ekonomi Pancasila yang merupakan pengembangan dari sistem ekonomi campuran, namun sudah di dasari oleh UUD 1945.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pancasila

Adapun Ciri-ciri dari Sistem Ekonomi Pancasila yang tertuang dalam pasal 33 ayat 1-4 UUD 1945, lebih kurang adalah sebagai berikut:

  • Seluruh kegiatan ekonomi didasari dari rasa kekeluargaan.
  • Pemerintah menguasai sumber daya penting guna kemakmuran rakyat. Contoh paling umumnya adalah berupa listrik dan juga air yang dikuasai oleh BUMN.
  • Kegiatan ekonomi harus berwawasan lingkungan, dengan tujuan agar tidak terjadi eksploitasi sumber daya secara berlebihan.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Pancasila

Kelebihan yang pertama dari Sistem Ekonomi Pancasila ini adalah setiap warga negara Indonesia diberikan hak untuk berkreasi dengan catatan tidak melanggar kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Yang kedua, perekonomian lebih diutamakan untuk kemakmuran rakyat. 

Akan tetapi, harus diakui memang kalau Sistem Ekonomi Pancasila ini juga punya beberapa kelemahan yang mana salah satunya adalah pengambilan keputusan yang terlalu lambat karena harus memikirkan kepentingan bersama.

Nah, itu dia Karakteristik Sistem Ekonomi Pancasila yang bisa admin share pada postingan ini, semoga bermananfaat & Terimakasih.

Posting Komentar untuk "Karakteristik Sistem Ekonomi Pancasila"