Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Penyakit Paling Umum Terjadi Pada Tanaman Sawit

4 Penyakit Paling Umum Terjadi Pada Tanaman Sawit - Penurunan produksi pada jenis tanaman kelapa sawit bisanya disebabkan oleh beberapa faktor.

4 Penyakit Paling Umum Terjadi Pada Tanaman Sawit

Adapun beberapa faktor teresbut diantaranya adalah faktor musim, Pasokan air, Nutrisi dan juga faktor serangan hama pada tanaman itu sendiri.

Selain itu, Ada juga faktor utama menurunnya produksi kelapa sawit di Indonesia yang tidak lain terjadi akibat dari serangan penyakit.

Serangan penyakit yang paling umum menyerang tanaman kelapa sawit ini diketahui mempunyai pengaruh yang besar terhadap produktifitas maupun kualitas dari kelapa sawit ini sendiri.

Pada tanaman kelapa sawit ini diketahui ada beberapa jenis penyakit yang tidak bisa dianggap remeh sama sekali.

Penyakit-penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit tersebut bisa menyerang pada seluruh bagian tanaman mulai dari akar, batang dan juga bagian pucuk tanaman yang menjadi bagian paling vitalnya.

Bagi anda yang hendak terjun ke dunia bisnis kelapa sawit, admin rasa ada baiknya untuk tahu terlebih dulu penyakit-penyakit yang biasanya menyerang tanaman tersebut.

Maka dari karenanya, pada postingan kali ini admin akan sedikit membeberkan sedikit banyaknya informasi tentang 4 Penyakit Yang Paling Sering Menyerang Tanaman Kelapa Sawit ini.

Penasaran penyakit-penyakit apa saja? Berikut adalah 4 Penyakit Paling Umum Terjadi Pada Tanaman Sawit.

Penyakit Akar Sawit ( Blast Disease )
Penyakit Akar Sawit

Penyakit pertama yang paling sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah Penyakit Akar Busuk atau Busuk Akar sawit ( Blast Disease ) 

Yang mana penyakit akar atau disebut juga dengan nama Blast disease pada dasarnya disebabkan oleh cendawan atau jamur Rhizoctonia lamellifera dan juga Phytium sp. 

Cendawan ini sendiri biasanya akan menyerang sistem perakaran tanaman kelapa sawit yang berada dibagian dalam tanah dan ujung-ujungnya bisa menyebabkan akar tanaman tersebut membusuk.

Pembusukan akar tanaman tersebut nantinya akan berakibat pada tanaman kelapa sawit tersebut yang biasanya mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan pastinya tanaman sawit ini akan mati secara perlahan.

Adapun gejala yang paling umum terlihat pada tanaman kelapa sawit yang terinfeksi jamur Rhizoctonia lamellifera dan Phytium sp ini misalnya pertumbuhan tanaman yang menjadi tidak normal, Pertumbuhan kerdil, Tanaman menjadi lemah dan terjadi nekrosis hingga daun yang berubah warna dari hijau menjadi kuning.

Pada daun tanaman, perubahan warna daun (nekrosis) tersebut biasanya akan dimulai dari ujung daun.

Dalam waktu yang hanya beberapa hari saja tanaman sawit ini akan mati secara perlahan.

Penyakit Akar atau Blast Disiase ini bisa menyerang Tanaman Sawit mulai dari pembibitan, tanaman muda hingga tanaman dewasa sekalipun.

Adapun upaya yang bisa anda lakukan guna mencegah penyakit akar pada tanaman kelapa sawit yang anda miliki adalah dengan cara melakukan budidaya yang baik dan benar.

Budidaya yang sesuai dengan prosedur budidaya Tanaman Sawit yang dianjurkan dan juga dengan tindakan yang paling efesien untuk mencegah penyakit akar ini yang sebaiknya anda lakukan sejak dini yakni mulai pada masa pemilihan bibit maupun penyemaian.

Penyakit Busuk Pada Bagian Pangkal Batang (Basal stem rot atau Ganoderma)
Basal stem rot atau Ganoderma

Selanjutnya penyakit paling umum menyerang Tanaman sawit adalah penyakit busuk pangkal batang atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit Basal Stem Rot atau Ganoderma.

Dimana penyakit jenis ini  merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur yang  memang menyerang pangkal batang tanaman Kelapa Sawit yang anda miliki.

Tidak hanya itu, sesuai dengan nama dari penyakit ini yakni penyakit Basal Stem Rot atau Ganoderma, penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit ini memang disebabkan oleh 3 jenis jamur.

Ke 3 jamur tersebut diantarnya adalah jamur Ganoderma applanatum, Ganoderma lucidum dan juga Ganoderma pseudofferum.

Pangkal batang tanaman yang terinfeksi biasanya akan menjadi membusuk dan lunak.

Penyakit Basal Stem Rot ini sangat mudah kita temukan pada tanaman sawit muda dan tanaman sawit yang berusia dewasa.

Tidak hanya itu, penyakit Ganoderma ini sebenarnya juga bisa menular ketanaman lainnya dengan sangat mudah.

Karena jika sampai akarnya bersentuhan dengan tunggul pohon yang terinfeksi ataupun bersentuhan dengan sisa-sisa tanaman sawit yang sebelumnya sudah pernah terinfeksi maka tanaman sawit tersebut akan terinfeksi juga.

Adapun gejala yang paling umum terlihat pada tanaman sawit jika tanaman tersebut terinfeksi jamur Basal Stem Rot ini adalah daun dari tanaman sawit tersebut biasanya akan berubah warna menjadi hijau pucat.

Sedangkan janur (daun muda) tanaman yang terbentuk biasanya sangat sedikit.

Bahkan pelepah tanaman banyak yang patah dan menggantung pada batang pohon dan daun-daun tuanya menjadi terkulai layu.

Untuk gejala pada bagian pangkal batang nya sendiri yang langsung terlihat adalah pangkal batangnya akan menghitam dan terdapat getah atau lendir yang keluar dari bagian tanaman yang terinfeksi.

Selebihnya batang tanaman akan jadi membusuk dan berwarna coklat muda dan akhirnya akan berujung pada daun dan pelepah yang berjatuhan dan batang pohon akan otomatis roboh.

Penyakit Busuk Pada Bagian Kuncup (Spear rot)
Penyakit Busuk Pada Bagian Kuncup (Spear rot)

Penyakit busuk kuncup atau yang lebih dikenal dengan istilah Spear rot merupakan penyakit pada tanaman kelapa sawit yang menyerang bagian kuncup atau pucuk dari tanaman tersebut.

Penyakit ini umumnya akan menyebabkan tanaman tumbuh secara tidak normal, Kerdil,  Pertumbuhan yang melambat hingga tidak mampu untuk membentuk buah pada saat Tanaman Sawit ini mulai sudah mulai berbuah nantinya.

Selain itu, penyakit busuk kuncup ini juga sangat sering menyerang tanaman muda sebelum tanaman tersebut mulai berproduksi.

Adapun gejala yang paling mudah dideteksi apabila terkena penyakit Spear Rot ini adalah  pada saat anda melihat tanaman sawit ini yang kuncupnya membengkok atau melengkung.

Jika diperhatikan dengan lebih teliti biasanya Jaringan pada bagian kuncupnya terlihat membusuk dan berwarna kecokelat-cokelatan.

Penyebab dari penyakit Spear Rot ini sendiri hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti.

Namun, upaya penanggulangan penyakit Busuk Kuncup ini yang  paling mudah yang bisa anda lakukan adalah dengan memotong bagian kuncupnya terlebih dahulu yang sudah terinfeksi.

Penyakit Bergaris Kuning (Patch yellow)
Penyakit Bergaris Kuning (Patch yellow)

Terakhir penyakit tanaman sawit yang paling umum menyerang para petani sawit kita yang ada di indonesia adalah Penyakit Garis Kuning atau dengan bahas kerennya dikenal dengan nama Patch Yellow.

Penyakit garis kuning atau Patch yellow ini merupakan penyakit pada tanaman sawit yang memang menyerang bagian daun pada Tanaman Sawit.

Biasanya yang paling rentan terkena serangan penyakit Yellow Patch ini adalah pada Tanaman Sawit yang memiliki daun mudanya.

Selain dikenal sebagai penyakit Garis Kuning ( Patch Yellow ), penyakit ini disebut juga sebagai penyakit fusarium.

Karena memang penyebab utama penyakit garis kuning ini yang berasal dari jamur Fusarium Oxiysporum.

Tanaman kelapa sawit yang terinfeksi penyakit ini biasanya daun-daunnya akan mengering dan sangat mudah gugur.

Penyakit garis kuning ini paling sering menyerang disetiap baigan daun tanaman sawit, mulai dari daun bagian ujung bahkan hingga ke bagian daun yang masih belum membuka.

Selain itu, serangan jamur Fusarium Oxysporum ini juga bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman sawit menjadi tidak normal.

Tentu hal ini akan berujung pada tanaman sawit yang nantinya tidak akan mampu untuk membentuk bunga dan juga buah.

Adapun gejala penyakit garis kuning ini yang paling mudah untuk dideteksi dengan mata saja tanpa bantuan alat adalah munculknya bercak-bercak lonjong yang berbwarna kuning pada bagian daun Tanaman Sawit.

Sebenarnya penyakit ini sudah mulai menyerang Tanaman Sawit pada saat bagian ujung daunnya belum membuka.

Nantinya penyakit garis kuning ini akan menyebar ke helai daun lainnya yang telah terbuka pada pelepah yang sama.

Penyakit garis kuning ini juga menyerang tanaman yang memiliki kepekaan tinggi dan biasanya disebabkan oleh faktor turunan.

Untuk usaha pencegahan yang bisa anda lakukan adalah dengan cara mengusahakan inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman sawit yang masih muda.

Biasanya dengan cara ini bisa mengurangi penyakit pada saat penyemaian dan juga pada tanaman muda di lapangan.

Posting Komentar untuk "4 Penyakit Paling Umum Terjadi Pada Tanaman Sawit"