Tenaga Mesin Yang Bukan Terbaik di Kelasnya: Fakta Jujur Mitsubishi Destinator

Tenaga Mitsubishi Destinator
Source: Moladin.com

Mitsubishi dikenal sebagai produsen otomotif yang kuat di segmen SUV dan crossover. Nama besarnya sudah lama identik dengan ketangguhan, kenyamanan, serta desain yang berkarakter. Namun ketika Mitsubishi merilis Mitsubishi Destinator, banyak pecinta otomotif berharap mobil ini hadir dengan performa mesin yang benar-benar unggul di kelasnya.

Sayangnya, harapan tersebut tidak sepenuhnya terwujud. Meski Destinator menawarkan tampilan modern dan fitur yang cukup lengkap, tenaga mesin Mitsubishi Destinator justru bukan yang terbaik di segmennya. Artikel ini akan membahas secara jujur dan mendalam mengenai performa mesinnya, perbandingan dengan kompetitor, serta apakah kekurangan ini benar-benar menjadi masalah bagi calon pembeli.


Mengenal Mitsubishi Destinator Lebih Dekat

Mitsubishi Destinator diposisikan sebagai SUV keluarga yang nyaman, modern, dan cocok untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh. Mobil ini menyasar konsumen yang menginginkan kombinasi antara desain elegan, kabin luas, serta teknologi terkini.

Beberapa keunggulan utama Mitsubishi Destinator antara lain:

  • Desain eksterior futuristik khas Mitsubishi

  • Interior lega dan ergonomis

  • Fitur keselamatan cukup lengkap

  • Suspensi nyaman untuk berbagai kondisi jalan

Namun di balik semua itu, ada satu aspek yang sering menjadi sorotan: performa mesin yang terasa biasa saja dibanding rivalnya.


Spesifikasi Mesin Mitsubishi Destinator

Secara umum, Mitsubishi Destinator dibekali mesin yang dirancang untuk keseimbangan antara efisiensi dan kenyamanan, bukan semata-mata performa agresif.

Mesin Destinator biasanya mengusung:

  • Konfigurasi 4 silinder

  • Kapasitas sekitar 1.5L – 2.0L (tergantung pasar)

  • Tenaga berkisar di angka menengah kelasnya

  • Fokus pada konsumsi bahan bakar yang efisien

Di atas kertas, spesifikasi ini terlihat cukup. Namun ketika dibandingkan langsung dengan kompetitor di segmen SUV sekelasnya, performanya tidak menonjol.

Banyak rival yang sudah mengadopsi teknologi turbo, output tenaga lebih besar, dan torsi lebih responsif, sementara Destinator masih bermain aman di zona nyaman.


Tenaga Mesin: Angka yang Tidak Istimewa

Di kelas SUV modern, tenaga mesin menjadi salah satu faktor penting. Konsumen kini tidak hanya menginginkan kenyamanan, tetapi juga akselerasi yang mantap saat menyalip atau melewati tanjakan.

Masalahnya, output tenaga Mitsubishi Destinator berada di level rata-rata, bahkan cenderung di bawah beberapa pesaingnya.

Ketika mobil lain di kelasnya sudah mampu menghasilkan tenaga besar dengan torsi instan dari turbo, Destinator terasa lebih santai. Akselerasinya halus, tapi tidak agresif. Untuk pengendara yang menyukai karakter berkendara dinamis, hal ini bisa terasa kurang memuaskan.

Dalam penggunaan sehari-hari memang tidak bermasalah, tetapi saat membawa muatan penuh atau melaju di jalan tol, perbedaan performa akan terasa.


Respons Akselerasi yang Terasa Biasa

Salah satu efek langsung dari tenaga mesin yang bukan terbaik di kelasnya adalah respons akselerasi yang tidak terlalu spontan.

Pada kecepatan rendah, Destinator masih nyaman dan halus. Namun saat:

  • Ingin menyalip cepat

  • Melaju di tanjakan curam

  • Membawa beban penuh penumpang dan barang

Mobil membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk merespons.

Ini bukan berarti Destinator lambat, tetapi dibandingkan kompetitor yang lebih bertenaga, sensasi dorongannya terasa lebih kalem.


Perbandingan dengan Kompetitor
Tenaga Mitsubishi Destinator
Source: Oto.detik.com

Di segmen SUV menengah, persaingan sangat ketat. Banyak pabrikan berlomba menghadirkan mesin turbo, hybrid, hingga transmisi pintar.

Jika dibandingkan:

  • Rival A menawarkan tenaga lebih besar dengan turbo

  • Rival B unggul di torsi bawah

  • Rival C punya akselerasi lebih cepat

  • Rival D fokus performa sporty

Sementara Mitsubishi Destinator memilih pendekatan yang lebih konservatif. Mesin yang digunakan lebih mengutamakan kehalusan dan keawetan, bukan performa puncak.

Akibatnya, Destinator kalah menarik bagi pengguna yang mengejar sensasi berkendara bertenaga.


Kenapa Mitsubishi Memilih Mesin Seperti Ini?

Keputusan Mitsubishi tentu bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor mengapa Destinator tidak dibuat dengan tenaga terbesar:

  1. Fokus pada kenyamanan
    Mitsubishi menargetkan pengguna keluarga yang lebih mementingkan halus dan stabil.

  2. Efisiensi bahan bakar
    Mesin moderat lebih hemat dibanding mesin performa tinggi.

  3. Daya tahan jangka panjang
    Mesin dengan tekanan rendah biasanya lebih awet.

  4. Biaya perawatan lebih ringan
    Tanpa turbo kompleks, perawatan lebih sederhana.

Artinya, Mitsubishi Destinator memang bukan ditujukan sebagai SUV performa, melainkan SUV nyaman untuk penggunaan harian.


Konsumsi BBM: Kelebihan dari Tenaga Mesin Standar

Meski tenaga mesinnya bukan terbaik, ada satu keunggulan yang patut diapresiasi, yaitu efisiensi bahan bakar.

Mesin Destinator relatif irit untuk ukuran SUV. Pengguna tidak perlu sering mengisi bahan bakar, dan biaya operasional bisa ditekan.

Bagi keluarga atau pengguna yang sering berkendara jauh, ini menjadi nilai plus yang cukup besar.

Dengan kata lain, Mitsubishi mengorbankan sedikit performa demi mendapatkan efisiensi yang lebih baik.


Kenyamanan Berkendara Tetap Jadi Nilai Jual

Walaupun performa mesinnya tidak menonjol, Mitsubishi Destinator tetap unggul di sisi lain, terutama:

  • Suspensi empuk

  • Kabin senyap

  • Handling stabil

  • Posisi duduk nyaman

Saat dikendarai santai, mobil ini terasa menyenangkan. Mesin yang halus justru membuat perjalanan lebih tenang, tanpa hentakan agresif.

Untuk pengguna yang tidak mengejar kecepatan, karakter seperti ini justru lebih disukai.


Cocok untuk Siapa Mitsubishi Destinator?

Dengan tenaga mesin yang bukan terbaik di kelasnya, Mitsubishi Destinator lebih cocok untuk:

  • Keluarga

  • Pengguna harian di kota

  • Perjalanan jauh santai

  • Pengemudi yang mengutamakan kenyamanan

Namun mungkin kurang cocok untuk:

  • Pecinta performa

  • Pengemudi sporty

  • Pengguna yang sering menuntut akselerasi cepat

Dengan memahami karakter mobil, calon pembeli bisa lebih bijak dalam menentukan pilihan.


Apakah Tenaga Mesin yang Biasa Ini Sebuah Kekurangan Besar?

Jawabannya tergantung kebutuhan.

Jika kamu mencari SUV dengan sensasi dorongan kuat dan akselerasi agresif, maka Destinator bukan pilihan utama.

Namun jika kamu menginginkan mobil yang:

  • Nyaman

  • Irit

  • Halus

  • Mudah dirawat

Maka kekurangan tenaga ini tidak akan terlalu terasa dalam penggunaan sehari-hari.

Bahkan bagi sebagian pengguna, mesin yang tidak terlalu bertenaga justru membuat pengalaman berkendara lebih rileks.


Strategi Mitsubishi: Aman tapi Kurang Menggoda

Bisa dikatakan Mitsubishi bermain aman dengan Destinator. Mereka tidak mengejar angka performa tertinggi, melainkan keseimbangan antara kenyamanan, efisiensi, dan daya tahan.

Strategi ini memang aman, tetapi di sisi lain membuat Destinator kurang menggoda bagi pasar yang kini mulai menyukai SUV dengan karakter sporty.

Di era di mana konsumen makin kritis, tenaga mesin menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan membeli.


Kesimpulan.

Secara keseluruhan, tenaga mesin Mitsubishi Destinator memang bukan yang terbaik di kelasnya. Outputnya tergolong standar, akselerasinya tidak agresif, dan kalah menonjol dibanding beberapa kompetitor.

Namun itu tidak otomatis membuat Destinator menjadi mobil buruk.

Sebaliknya, mobil ini tetap unggul di sisi:

  • Kenyamanan

  • Efisiensi

  • Kehalusan berkendara

  • Kepraktisan harian

Mitsubishi Destinator cocok bagi pengguna yang menginginkan SUV santai dan nyaman, bukan SUV performa.

Jika Mitsubishi ke depan berani menyematkan mesin yang lebih bertenaga atau teknologi turbo, Destinator bisa menjadi pemain yang jauh lebih kompetitif.

Posting Komentar untuk "Tenaga Mesin Yang Bukan Terbaik di Kelasnya: Fakta Jujur Mitsubishi Destinator"