Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Penyakit Toyota Camry

AttailahPetirToyota Camry merupakan salah satu mobil mobil sedan kelas menengah Atas yang diproduksi oleh pabrikan Toyota yang menargetkan pasar Utamanya di Amerika dan juga Australia. Toyota Camry ini sendiri sudah diperkenalkan di dunia sejak tahun 1982 lalu yang merupakan generasi pertamanya.

4 Penyakit Toyota Camry

Selanjutnya generasi kedua dilanjutkan Toyota pada tahun 1987 hingga tahun 1991. Generasi ketiga tahun 1990 hingga 1996 dan generasi ke 4 nya hanya untuk jepang saja yakni pada tahun 1994 hingga 1998. 

Hingga sekarang ini, Toyota Camry ini sudah mencapai generasi ke 8 dan masih eksis di digunakan oleh kebanyakan orang di dunia termasuk indonesia salah satunya. Di indonesia sendiri Toyota Camry 2020 Harga yang harus dibayarkan oleh calon pemiliknya mencapai 560 juta tergantung varian dan juga kondisi mobilnya.

Sedangkan Harga Camry 2013 berkisar antara Rp 200 hingga 300 juta tergantung varian dan kondisi mobil. Sebagai penengahnya, Harga Camry 2018 di indonesia ini berkisar pada angka Rp 350 jutaan tergantung varian dan kondisi dari mobil itu sendiri.

Untuk keluaran terbaru di tahun 2020 ini sebenarnya 

Berapakah Harga Mobil Toyota Camry? 

&

Camry Pertama Tahun Berapa?

“ Berdasarkan rumor yang beredar kalau Toyota Camry keluaran terbaru tahun 2022 ini dijual mualai dari angka Rp 657,05 juta tergantung varian. Sedangkan untuk Camry Pertama Tahun Berapa nya sudah admin sebutkan diatas tadi yakni tahun 1982 yang di buat toyota dalam bentuk sedan 4 pintu dan bentuk Liftback 5 pintu”

Sebenarnya ada banyak sekali keunggulan yang ditawarkan Toyota pada Toyota Camry ini. Namun bukan berarti kalau mobil sedan buatan toyota ini tanpa kekurangan. Nyatanya juga ada banyak sekali kekurangan yang dimiliki mobil ini dan bisa dibilang sebagai penyakitnya Toyota Camry.

Dari sekian banyak penyakit Toyota Camry yang paling sering dikeluhkan oleh kebanyakan pengguna mobil ini. 4 Penyakit Paling Umum Pada Toyota Camry tersebut akan coba kita bahas di bawah ini.

Sensor-sensor Lebih Cepat Riskan
Sensor Toyota Camry

Pada dasarnya ada banyak sekali sensor-sensor yang terdapat pada Toyota Camry ini seperti Sensor Oxygen ( Oxygen Sensor ), Sensor VVT-i, Sensor ABS hingga Sensor Knocking Control. Semua sensor tersebut tentu punya tugasnya masing-masing.

Sebagai contohnya adalah Fungsi Sensor Oksigen adalah untuk mendeteksi secara pasti jumlah oksigen yang terdapat di dalam gas buang, dimana hasil yang dideteksi tersebut nantinya akan diubah menjadi sinyal yang selanjuntya akan dikirim ke bagian Unit Kontrol Mesin atau yang lebih dikenal dengan ECU.

Begitu juga dengan Sensor VVT-i yang berfungsi untuk mengatur atau menjaga timing buka tutup katup pada mesin yang mengikuti beban kerja dari mesin Toyota Camry ini sendiri. Begitu juga dengan sensor ABS dan juga Sensor Knocking Control pada unit Camry ini yang juga punya fungsinya masing-masing.

Sensor-sensor Apa Saja Yang Ada Pada Toyota Camry?

“Layaknya keterangan yang sudah admin terangkan diatas tadi kalau pada sebuah toyota camry yang paling menonjol adalah berupa Sensor Oksigen, Sensor VVT-i, Sensor ABS dan juga Sensor Knocking Kontrol.”

Setiap sensor yang terdapat pada sebuah mobil pasti punya usia pakainya masing-masing, begitu pula dengan sensor-sensor yang terdapat pada Toyota Camry ini yang juga punya usia dan masa kerja masing-masing.

Umumnya setiap sensor yang terdapat pada sebuah kendaraan terutama pada sebuah mobil bisa bekerja secara normal selama 5 tahun masa pemakaian. Namun jika mobil tersebut merupakan kendaraan pribadi ( kendaraan yang digunakan hanya pada saat memang benar-benar butuh saja ) maka usia dari sensor-sensor tersebut bisa lebih awet, bahkan bisa bertahan hingga 10 tahun lamanya.

Akan tetapi pada unit Toyota Camry yang sudah lumayan berusia, biasanya sensor-sensor tersebut sudah banyak yang mulai bermasalah. Terutama pada Camry XV50 atau XV 2,5L yang mesin nya sudah tergolong tua dan menyebabkan sensor-sensor tersbeut mulai rewel.

Maka dari itu, untuk anda yang hendak membeli Toyota Camry yang sudah sedikit berumur ada baiknya untuk menyiapkan dana yang tidak kurang dari Rp 2 Jutaan untuk memperbaiki bagian yang satu ini jika nantinya terjadi Trouble.

Sedikit informasi kalau budget Rp 2 jutaan tersebut bukan untuk mengganti semua sensor yang sudah admin sebutkan diatas, tapi hanya salah satu dari sekian banyak sensor yang terdapat pada Toyota Camry ini.

Jadi, jika semua sensor yang terdapat pada Toyota Camry ini bermasalah, maka bisa anda perkirakan sendiri seberapa besar biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki bagian sensor-sensor yang mulai bermasalah tersebut.

Untuk anda yang hendak membeli Mobil Toyota Camry yang usia pakainya sudah diatas 5 tahun, admin sangat menyarankan anda untuk memperhatikan bagian yang satu ini agar anda tidak merasa kecewa nantinya.

Bunyi-buni Aneh Pada Bagian Fan belt
4 Penyakit Toyota Camry

Selanjutnya penyakit yang paling umum terjadi pada Toyota Camry ini adalah munculnya bunyi-bunyi aneh pada bagian Fan belt.

Bagi yang belum tahu Fan belt itu Apa? 

Fan belt merupakan jenis karet kipas pendingin yang terdapat pada sebuah mobil ( dalam konteks yang sedang kita bahas ini adalah Fan belt Toyota Camry ). Fan belt ini sendiri terbuat imitasi karet dan juga baja yang kuat, yang berguna untuk memutarkan berbagai komponen pada mesin, mulai dari pompa oli hingga bagian alternator.

Jadi dengan kata lain, tanpa adanya Fan belt ini sebenarnya sebuah mobil tidak akan pernah bisa berjalan sebagai mana mestinya.

Kapan harus ganti fan belt mobil? dan mengapa fan belt baru bisa berdecit?

“Sebenarnya tidak ada waktu yang lebih pasti kapan pemilik Toyota Camry ini harus melakukan penggantian Fan belt di mobil mereka. Namun sangat disarankan untuk menggantinya setiap jarak tempuh mencapai angka 20.000 hingga 40.000 km”.

“Sedangkan untuk penyebab fan belt baru mucul bunyi berdecit sendiri biasanya karena terjadi selip yang terjadi akibat putaran mesin yang terlalu kuat atau dengan kata lain torsi dari mesin Toyota Camry ini yang terlalu besar, tapi walau bagaimanapun bunyi berdecit tersebut bisa juga disebabkan oleh beberapa komponen lain seperti sistem alternator, AC dan juga water pump Toyota Camry ini yang tidak bekerja dengan baik”.

Selain itu, berdasarkan informasi dari beberapa forum Toyota Camry yang ada di indonesia ini banyak yang memberikan pendapat bahwa Toyota Camry XV50 lebih rentan terhadap Tensioner Fan belt dan biasanya disebabkan karena termakan usia.

Dipasaran sendiri harga dari Tensioner Fan belt ini dimulai dari angka Rp 1 jutaan untuk yang konsisinya masih baru dan hanya sekitar Rp 300.000 hingga 400.000-an untuk parts copotannya. Tapi, jika melihat selisih antara harga parts copotan dengan harga parts barunya yang tidak terlalu jauh, maka alangkah baiknya untuk menggati Fan belt baru saja yang lebih terjamin akan kualitas maupun kuantitasnya.

Baterai Hybrid Mahal
4 Penyakit Toyota Camry

Sudah bukan rahasia lagi kalau mobil-mobil modern sekarang ini sudah mengadopsi Sistem Hybrid, hal tersebut juga tidak terkecuali untuk Toyota Camry varian Hybrid.

Prinsip kerja dari sistem Hybrid pada Toyota Camry ini adalah dengan cara memanfaatkan energi yang terbuang pada saat melakukan langsam pada mobil yang dikonfersikan kedalam energi listrik dan selanjutnya disimpan ke dalam baterai.

Energi yang tersimpan tersebut nantinya bisa dimanfaatkan pada saat mobil dijalankan guna menghemat bahan bakar bensin. Jadi tidak heran jika Toyota Camry Hybrid ini menjadi salah satu mobil paling hemat bahan bakar yang ada di jalanan indonesia tapi tetap punya performa yang tidak bisa dianggap remeh sama sekali.

Hanya saja, seperti yang sudah admin sebutkan pada poin diatas kalau baterai Hybrid mobil ini memang sama sekali tidak murah. Adapun kapasitas baterai hybrid Toyota Camry ini adalah sebesar 1,6 kWh dengan tegangan 245 V nikel metal hibrida yang mampu menjalankan mobil ini pada kecepatan rendah hingga sedang pada kondisi-kondisi tertentu.

Bahkan pada saat kondisi macet di jalan raya, sistem Hybrid dari Toyota Camry ini akan sangat-sangat berguna. Karena bisa membuat konsumsi bahan bakar jadi sangat-sangat irit yang bisa menyentuh angka 17,8 km/ liter, pada kondisi-kondisi tertentu bahkan bisa menyentuh angka 21 km/ liter.

Namun baterai sama hal nya seperti mesin pada sebuah mobil yang punya usia pakainya masing-masing, dimana Baterai Hybrid dari Toyota Camry ini masih nyaman untuk digunakan dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun saja dari masa pakai mobil tersebut saja dalam kondisi baru. Selebihnya performa dari baterai Hybridnya ini akan mulai menyusut berkurang.

Maka dari itu, bagi anda yang hendak membeli Toyota Camry Hybrid ini dalam kondisi bekas, ada baiknya untuk memeriksa bagian yang satu ini ( Note: point yang satu ini hanya berlaku untuk varian Camry Hybrid saja, tidak berlaku untuk Camry-camry lain pada umumnya ).

Mungkin dari keterangan yang sudah admin tulis diatas tadi akan muncul pertanyaan yang lebih kurang seperti ini.

Apakah Toyota Camry Hybrid Perlu di Cas?

Dan jika masa pakainya sudah sampai waktunya untuk diganti, 

Berapa Harga Baterai Camry Hybrid ini?

“ Toyota Camry Hybrid ini masih belum menggunakan Sistem Plug in Hybrid, jadi pengguna tidak perlu melakukan pengecasan untuk mengisi ulang energi listrik ke mobil ini”. Karena seperti yang sudah admin singgung diatas tadi kalau Toyota memanfaatkan energi yang terbuang pada saat melakukan langsam maupun pengereman mobil yang akan di konfersi kedalam energi listrik, yang selanjutnya akan di teruskan untuk di simpan di dalam baterai Hybridnya.

“ Harga baterai Hybrid dari sebuah mobil pastinya sama sekali tidak bisa dibilang murah, terutama untuk Harga Baterai Hybrid Toyota Camry ini yang menembus angka Rp 30 hingga 40 jutaan bahkan bisa lebih tergantung varian, tipe dan juga jenis baterainya”.

Dikarenakan baterai dari Toyota Camry Hybrid ini sama sekali tidak murah bahkan akan sangat menguras dompet jika sudah bermasalah, maka ada baiknya untuk anda yang hendak membeli Camry varian Hybrid ini dalam kondisi bekas untuk memeriksa terlebih dahulu bagian yang satu ini. Pastikan baterai Hybridnya masih bekerja normalnya, setidaknya masih diatas 80%.

Engine Mounting Sering Pecah
4 Penyakit Toyota Camry

Terakhir yang mungkin jadi Penyakit Toyota Camry bagi sebagian besar penggunanya adalah Engine Mountingnya yang sering kali bermasalah.

Sebelum membahas lebih jauh, disini admin akan sedikit menerangkan 

Apa Itu Engine Mounting?

“ Engine mounting merupakan salah satu komponen mobil yang berguna sebagai dudukan dari mesin mobil itu sendiri. Engine Mounting ini juga bertugas untuk menyangga rangka dari bodi pada sebuah mobil, memang fungsi utama dari Engine Mounting ini adalah untuk menahan getaran yang dihasilkan oleh mesin pada sebuah mobil ”.

Begitu juta halnya pada Toyota Camry yang juga punya peranan yang sangat penting dari Engine Mounting ini, karena akan sangat-sangat tidak nyaman bahkan akan sangat-sangat berbahaya jika Engine Mounting Toyota Camry ini sampai pecah.

Sebenarnya Berapa Sih Usia Pakai Yang Normal Engine Mounting Toyota Camry?

Pada dasarnya usia pakai yang normal Engine Mounting Pada sebuah mobil dengan kategori Slow Moving diukur berdasarkan jarak tempuh. Yakni antara 50 hingga 60 ribu kilometer.

Akan tetapi, pada Toyota Camry komponen ini usia pakainya bisa lebih singkat, apalagi jika Unit Camry tersebut sering dibawa ke jalanan-jalanan yang bisa dibilang kurang rata alias jalanan bergelombang. Sebenarnya tidak bisa jadi patokan pasti berapa lama Enggine Mounting Toyota Camry mampu bertahan, namun yang pasti dari pengalaman orang-orang bengkel yang menangani mobil ini, banyak yang mengatakan kalau “ salah satu bagian yang paling riskan dari Toyota Camry adalah Engine Mountingnya”.

Engine Mounting Toyota Camry Ada Berapa? 

Toyota Camry yang sudah lumayan berusia punya 5 pcs Engine Mounting yang masing-masing berada di bagian kanan atas, bagian kanan bawah, bagian kiri bawah, bagian kiri atas dan juga di bagian belakang.

Permasalahan Engine Mounting ini kerap kali menjadi keluhan dari setiap pengguna mobil, Hal tersebut juga masih berlaku untuk Toyota Camry ini, karena karena sebenarnya gangguan berupa bunyi-bunyi yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh supir saja. Akan tetapi juga akan terasa hingga ke seluruh isi kabin dari Toyota Camry ini.

Maka dari itu, bagi anda yang hendak membeli mobil bekas terutama Toyota Camry ini untuk mengecek lebih teliti bagian Engine Mounting ini sebelum melakukan Deal dengan pemilik mobil tersebut.

Nah itu dia sedikit banyaknya informasi yang bisa admin share untuk anda pada postingan kali ini. Sebenarnya masih ada sangat banyak lagi penyakit-penyakit yang diarasakan oleh pengguna Toyota Camry yang masih belum tersebutkan.

Mungkin bisa jadi bahan untuk kita lanjutkan kembali nanti pada postingan yang terpisah. Semoga informasi tersebut bermanfaat, Terimakasih & Sampai Jumpa pada postingan selanjutnya.


Posting Komentar untuk "4 Penyakit Toyota Camry"