Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Tips Merawat Ban Mobil

AttailahPetir Ban mobil merupakan salah satu komponen yang punya peranan penting agar sebuah mobil bisa berjalan sebagai mana mestinya. Tugas dari ban mobil ini sendiri adalah untuk menutupi Velg roda yang digunakan sebagai media pelindung roda dan juga untuk mengurangi getaran yang disebabkan oleh tidak teraturnya permukaan jalan.

4 Tips Merawat Ban Mobil

Apalagi untuk jenis jalanan yang ada di indonesia ini yang kebanyakan adalah tipe jalanan yang bergelombang. Adapun kegunaan lain dari ban mobil ini adalah untuk memberikan kestabilan antara mobil ini sendiri dengan permukaan tanah.

Sebenarnya kalau dibahas lebih jauh, kegunaan dari ban mobil ini sangatlah bayak, maka dari itu bisa dibayangkan seberapa pentingnya ban pada sebuah kendaraan terutama pada mobil. 

Dipasaran sendiri saat ini sudah ada banyak sekali jenis dan model ban mobil yang beredar dengan harga yang sangat beragam. Namun, setiap ban mobil tersebut tentunya punya pabrikannya masing-masing.

Dari sekian banyak merk ban mobil yang beredar di pasaran, yang paling banyak digunakan diantaranya adalah.

  1. Bridgestone.
  2. GT Radial.
  3. Yokohama.
  4. Hankook.
  5. Toyo.
  6. Falken.
  7. Achilles.
  8. Continental.
  9. Dunlop.

Masing-masing ban tersebut tentu memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Namun yang jelas, harga dari setiap ban yang sudah admin sebutkan diatas itu berbeda-beda.

Apa Saja Ciri-Ciri Ban Yang Sudah Harus Diganti?

Seperti yang kita tahu kalau setiap ban pada sebuah kendaraan pasti punya usia pakainya masing-masing. Pada saat ban tersebut sudah digunakan dalam jangka waktu tertentu, maka Ban Mobil harus diganti agar mobil yang dimiliki tersebtu nyaman untuk dikendarai.

Beberapa ciri ban yang sudah waktunya untuk diganti diantaranya adalah:

  • Ban sudah digunakan selama 3 tahun. Sebenarnya tidak ada peraturan khusus yang mengwajibkan setiap pengguna mobil untuk mengganti Ban dalam jangka waktu tertentu. Namun demi kenyamanan menggunakan mobil, maka ada baiknya untuk mengganti ban mobil yang dimiliki selama 3 tahun sekali walaupun ban mobil tersebut belum botak. Karena seperti yang kita tahu kalau Ban Mobil juga punya usia pakainya masing-masing.
  • Ketebalan Ban Sudah Tidak Sesuai lagi. Ban yang dikeluarkan oleh masing-masing pabrikan memiliki standar ketebalnnya masing-masing yang diukur dalam satuan TWI ( Tread Wear Indicator ), ban yang sudah waktunya untuk diganti adalah ban yang ketebalannya sudah lumayan menipis.
  • Jarak tempuh sudah mencapai 40 ribu km. Dikarenakan setiap mobil digunakan untuk kebutuhan transportasi, maka sudah pasti ban tersebut memiliki jarak tempuhnya masing-masing, yang apabila sudah sampai pada jarak tempuh tertentu ban tersebut harus diganti agar mobil bisa dikendarai dengan nyaman, dan jarak tempuh yang normal dari sebuah ban mobil adalah sejauh 40.000 kilometer.
  • Fisik ban sudah tidak layak untuk digunakan. Sebenarnya poin yang satu ini adadalah poin yang paling penting dan paling mudah dideteksi, karena ban yang sudah waktunya untuk diganti bisa dilihat langsung apakah ban tersebut sudah gundul, benjol atau bahkan sudah mengalami keretakan. Dimana jika problem yang satu ini disepelekan, maka bisa saja maut mengincar para pengguna mobil.
Nah, agar ban mobil yang anda miliki tetap bisa awet dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang lumayan lama, maka ada baiknya untuk melakukan perawatan pada ban mobil. Adapaun Tips Merawat Ban Mobil ini sendiri akan coba kita ulas satu persatu di bawah ini.

Berikut adalah 4 Tips Merawat Ban Mobil.

Merotasi Ban Mobil
Rotasi Ban Mobil

Sebenarnya tidak banyak orang tahu kalau Tips Merawat Ban Mobil yang satu ini merupakan tips yang paling ampuh, yang bisa membuat ban mobil yang dimilik menjadi lebih awet dari yang seharusnya.

Setiap bagian ban mobil pasti punya bebannya tesendiri yang harus dipikul, dikarenakan beban yang dipikul oleh setiap bagian ban tersebut berbeda-beda. Maka sangat wajar kalau tingkat keausan ban tersebut juga berbeda-beda.

Dari hal itu, cara yang paling ampuh untuk menjaga ban mobil yang anda miliki tetap bisa awet dan bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama dari yang seharusnya adalah dengan melakukan rotasi ban pada mobil anda masing-masing.

Melakukan rotasi ban yang admin maksudkan disini adalah bukan memutar ban mobil semata, akan tetapi melakukan penggantian posisi ban pada sebuah mobil.

Misalnya saja ban mobil yang awalnya digunakan sebagai ban di bagian depan yang dipidahkan posisinya ke bagian roda depan mobil.

Hal ini bertujuan agar tingkat keausan pada setiap ban mobil bisa lebih merata. 

Apa Perlu Melakukan Rotasi Pada Ban Mobil?

Seperti yagn sudah admin singgung diatas kalau Ban pada sebuah mobil memiliki beban yang berbeda-beda. Yang mana biasanya Ban Depan Mobil lebih mudah Botak dibandingkan dengan ban bagian belakang.

Memang sangat wajar rasanya mengingat ban depan mobil mendapatkan tekanan yang lebih dibandingkan dengan ban bagian belakang, sebagai contohnya saja adalah sistem pengereman mobil yang lebih memberikan tekanan pada ban bagian depan.

Apalagi untuk mobil-mobil modern yang semuanya bertumpu pada ban bagian depan baik itu sistem pengereman maupun sistem penggerak rodanya yang sudah menggunakan sistem penggerak roda bagian depan.

Maka dari itu, cara yang paling ampuh untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan rotasi ban agar tingkat keausan ban mobil bisa lebih merata dan bisa lebih awet dari yang seharusnya pastinya. Hal ini juga berlaku pada kendaraan dengan bobot bagian depan dan belakang yang berbeda-beda.

Berdasarkan informasi yang admin dapat dari sistus Suzuki.id yang menyatakan kalau masa yang paling tepat untuk melakukan rotasi ban mobil adalah pada saat sudah mencapai 10.000 kilometer jika mobil tersebut digunakan pada kecepatan normal, namun jika mobil lebih sering digunakan pada kecepatan tinggi, maka masa rotasi ban adalah pada saat jarak tempuh mencapai 5.000 kilometer.

Melakukan Pengecekan Tekanan Angin Ban
Tekanan Angin Ban Mobil

Salah satu penyebab ban kendaraan tidak awet adalah karena pemilik mobil kurang memperhatikan tenakan angin pada ban mobil yang mereka miliki. Karena pada dasarnya, tekanan angin ban harus benar-benar diperhatikan dengan baik, selain bisa menyebabkan ban mobil menjadi tidak awet, tekanan angin pada ban mobil yang tidak terkontrol bisa membahayakan pengendara dan juga penumpang yang ada di bagian dalam kabin mobil.

Maka dari itu, tekanan angin pada ban mobil harus benar-benar dijaga dengan baik, jangan sampai ban jadi kurang angin atau pun sampai kelebihan tekanan angin ban juga bisa berbahaya.

Pada dasarnya tekanan angin ban setiap mobil bisa berbeda-beda tergantung dari jenis mobil dan pabrikan yang mengeluarkan mobil tersebut untuk mereka pasarkan. Namun yang paling umum dan yang paling mudahnya adalah dengan mengecek langsung pada bagian samping pintu pengendara mobil itu sendiri.

Apa Saja Dampak Dari Tekanan Angin Ban Mobil Yang Kurang?

Sebenarnya ada banyak sekali dampak buruk yang diakibatkan tekanan angin ban sebuah mobil yang kurang. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Konsumsi bahan bakar mobil menjadi lebih boros dari yang seharusnya.
  • Ban menjadi lebih mudah slip ataupun tergelincir.
  • Pengereman menjadi kurang optimal, apalagi pada saat jalanan sedang dalam keadaan basah.
  • Pengendalian mobil menjadi kurang seimbang.
  • Ban akan lebih mudah mengalami pengikisan yang tidak merata.
  • Ban akan lebih mudah rusak dari yang seharusnya.
  • Ban bisa saja meledak sewaktu-waktu.

Seperti yang sudah pernah admin singgung diatas kalau tekanan angin ban yang terlalu tinggi juga tidak akan baik untuk mobil terutama untuk ban nya sendiri. Adapun beberapa Dampak Negatif Tekanan Ban Mobil Yang Terlalu tinggi diantaranya.

  • Mobil bisa saja beresiko akan hilang kendali, apalagi pada saat melaju di kecepatan tinggi.
  • Ban akan menjadi lebih mudah selip dan tergelinci.
  • Pengendalian mobil menjadi kurang stabil.
  • Suspensi seakan menjadi lebih keras dari biasanya.
  • Potensi Ban untuk meledak menjadi lebih tinggi.

Namun, walaupun tekanan angin ban pada setiap mobil berbeda-beda. Tapi secara umum tekanan angin pada mobil MPV berada pada angka 33 hingga 36 Psi, mobil City Car 30 hingga 36 Psi, pada mobil sedan tekanan angin paling ideal berada pada angka 30 hingga 33 Psi dan terakhir pada mobil SUV  tekanan angin ban paling idealnya berada pada angka 35 hingga 40 Psi.

Spooring & Balancing
Spooring & Balancing

Istilah Spooring dan juga Balancing sudah sangat sering terdengar di telinga kebanyakan orang, namun tidak banyak orang yang tahu apa sebenarnya Spooring & Balancing tersebut?

Spooring Mobil sendiri merupakan alignment ataupun proses pada bagian dudukan ke 4 buah roda mobil guna meluruskan kembali posisinya seperti pada posisi awal, sesuai dengan settingan dari masing-masing pabrikan mobil. Kebanyakan yang paling sering dilakukan spooring adalah pada bagian dua roda depan agar kembali seperti sedia kala.

Sedangkan Balancing merupakan penyesuaian ataupun upaya untuk menjaga keseimbang pada bagian titik atas bawah atau kiri kanan roda mobil dengan cara menambahkan sedikit timah di bagian yang kurang. Biasanya balancing ini dilakukan setelah pemmilik mobil mengganti ban atau velg, tapi dalam beberapa kasus pemilik mobil juga sering melakukan Balancing pada mobil kesayangan meraka pada saat kilometernya sudah mencapai batas tertentu untuk balancing, namun waktu yang paling tepat untuk Balancing ini adalah setiap menyentuh kilometer 20 ribu.

Sebenarnya ada beberapa tanda yang muncul pada sebuah mobil yang perlu diperhatikan untuk di Spooring & Balancing oleh pemilik mobil tersebut. Beberapa tanda yang dimaksud diantaranya adalah.

  • Setir akan bergetar pada kecepatan tertentu, karena memang roda bagian depan mobil yang langsung berkaitan langsung dengan mekanisme sistem kemudi.
  • Mobil seakan berbelok sendiri padahal sedang melaju lurus ke depan, ataupun selalu bergerak ke arah tertentu, maka tidak menutup kemungkinan kalau mobil tersebut sudah waktunya untuk di Spooring & Balancing.
  • Pada saat pengendalian setir, terutama pada saat dibelokkan setir tersebut tidak mau kembali berputar pada posisi semula ketika dilepaskan. Ini juga bisa menjadi gejala mobil sudah waktunya untuk Spooring & Balancing.
  • Gejala lainnya yang paling tersasa adalah pada saat mobil yang sedang dikendarai namun seperti berjalan pada permukaan jalanan yang miring dan ini merupakan salah satu tanda mobil sudah cukup parah dengan keseimbangan.
  • Bagian permukaan ban mobil mulai terasa tidak rata atau aus.
  • Pada saat mobil ingin di parkirkan meski tempat parkir tersebut berada di tempat datar dan lurus tapi rodanya seakan ada yang miring.
  • Ban bagian belakang mobil terasa tidak sejajar lurus dengan bagian depan. Cara mengetahuinya sangatlah gampang, yakni dengan melihatnya dari bagian belakang dengan mengambil jarak beberapa meter.

Untuk biayanya sendiri, Harga Spooring Balancing setiap mobil tentunya berbeda-beda di setiap tempat. Namun harga spooring balancing mobil dimulai dari angka Rp 90.000 hingga 150.000 saja. Sedangkan untuk balancing adalah sekitar Rp 40.000 saja.

Kapan Mobil Harus di Spooring & Balancing?

Seperti yang sudah pernah admin singgung diatas, kalau pada saat mengendarai mobil sudah mulai terasa arah stir mobil lebih condong ke satu sisi. maka inilah tandanya mobil perlu di spooring, yang mana ini artinya ban tidak dalam posisi yang semestinya, apalagi kalau saat menyetir, setir terasa lebih berat dan lebih susah dikendalikan dari kendaraan normal.

Bagaimana Cara Spooring Mobil Sendiri?

Sebenarnya setiap orang punya Cara Spooring Mobil sendiri dengan ide kreatif mereka masing-masing, namun.

Karena seperti yang kita tahu kalau cara spooring mobil sendiri yang paling gampang untuk dilakukan adalah dengan menggunakan ide-ide kreatif yang muncul dari dalam pikiran masing-masing orang yang hendak melakukan Spooring pada mobil mereka.

Tapi walau bagaimanapun, ada beberapa orang yang malas mencari cara spooring mobil sendiri atau bisa dibilang mereka tidak mau repot. Padahal, ada cara spooring mobil yang paling umum dilakukan seperti yang akan kita bahas dibawah ini.

Cara spooring manual dengan memanfaatkan benang

Sebenarnya ada cara spooring manual yang mudah unduk dilakukan, yakni dengan memanfaatkan benang. Langkahnya-langkah atau caranya adalah dengan membentangkan sebuah benang melingkari keempat ban mobil guna melihat posisi dari setiap ban mobil itu sendiri

Untuk langkah yang lebih jelasnya anda bisa menyimak cara spooring mobil manual dengan memanfaatkan benang di bawah ini.

  • Pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan benang kasur ataupun benang layangan beserta dengan kunci pass, kunci pass ring, dan kunci pipa yang memiliki ukuran 13, 14, 17 dan juga 19.
  • Parkirkan mobil terlebih dahulu pada permukaan yang rata lalu posisikan lingkar kemudi dengan lurus dan sejajar.
  • Kalau mobil yang ingin di spooring tersebut menggunakan dop velg maka ada bainya untuk melepaskan dulu dop velg tersebut.
  • Kemudian lingkarkanlah benang dari roda belakang ke arah roda bagian depan, lalu kembali ke roda belakang yang sama dibagian sisi lain. Anda juga bisa mengikat ujung dari benang tersebut pada per, sasis maupun komponen lainnya di bagian dalam belakang roda.
  • Jika seandainya anda menemukan celah pada salah satu bagian roda depan. Maka aturlah panjang tie rod hingga menghasilkan setelan yang sesuai.
  • Selanjutnya gunakan kunci 17 ataupun kunci 10 untuk mengendurkan mur baut pada tie rod nya.
  • Gunakan kunci 13 ataupun 14 untuk menyetel batang tie rod mobil yang anda spooring tersebut.
  • Terakhir putar hingga sisi roda bagian depan dan bagian belakang mobil sudah menyentuh benang secara pas dan tepat, tidak renggang ataupun tidak terlalu menekan sisi roda bagian depannya.
  • Kencangkan kembali baut pada bagian tie rod yang dikendorkan tadi dengan menggunakan kunci 17 atau 19.

Kedua adalah Cara Spooring Manual dengan memanfaatkan meteran. Cara ini merupakan cara spooring mobil manual yang bisa dibilang paling gampang dan paling mudah untuk dilakukan, yang kalau dilihat lebih jauh, cara ini sebenarnya berbeda lumayan jauh dengan cara yang pertama tadi.

Langkah-langkahnya sendiri adalah sebagai berikut.

  • Pertama Jalankan mobil terlebih dulu hingga kurang lebih mencapai 3 meter dan tarik rem tangan agar posisi setir menjadi lurus.
  • Selanjutnya siapkan meteran untuk mengukur jarak antara kedua roda depan dengan sisi bagian depan dan belakang rodanya. 
  • Kalau terdapat jarak yang lumayan berbeda pada roda-roda mobil tersebut, maka roda tersebut perlu di-spooring agar rasa berkendara mobil bisa kembali menjadi nyaman.
  • Terakhir anda bisa melakukan spooring mobil manual seperti teknik menggunakan benang yang sudah kita bahas diatas tadi. Namun sebagai catatan saja, penyetelan roda ini adabaiknya untuk diusahakan tidak sampai 1-5 mm saja.

Selain itu, ada juga orang yang bertanya, Apakah Setelah Spooring Ban Mobil Harus Diganti Baru? jawabannya adalah tidak, karena settingan di bagian kaki kaki mobil sama sekali tidak berubah. Namun  yang sebenarnya perlu dilakukan adalah balancing ulang mobil tersebut, karena memang bobot ban nya yang berubah. 

Spooring ini sendiri dibutuhkan ketika mobil baru saja dibongkar bagian rack end ataupun setiap 20rb km guna menjaga setelan derajat kemiringan ban akibat dari pemakaian mobil ini sehari-hari.

Sedikit lagi tambahan kalau setelah ganti sokbreker, pastikan anda juga melakukan spooring pada mobil kesayangn anda masing-masing, karena saat sokbreker dibongkar, sudut-sudut keselarasan roda mobil akan berubah semua. Bisa saja setelah melakukan penggantian shockbreaker mobil anda akan terasa sedikit buang kanan atau kiri, atau bahkan setir jadi tidak lurus lagi.

Cek Kondisi Pentil Ban Mobil
Kondisi Pentil Ban Mobil

Terakhir Tips Merawat Ban Mobil adalah dengan melakukan pengecekan kondisi pentil dari masing-masing ban mobil. Pentil ban atau air valve ini sendiri merupakan komponen yang bentuknya kecil dan juga sering diabaikan oleh setiap pemilik mobil.

Padahal pentil ban ini  punya peranan yang penting karena jika sampai rusak, maka ban mobil pasti akan kempis terus walaupun bannya sendiri tidak bocor. Peran dari pentil ban ini sendiri bisa dibilang sangat penting karena menjadi media untuk memasukkan udara ke dalam ban mobil dan mencegahnya keluar kembali.

Jika dilihat dari jenisnya, pentil ban alias air valve ini bisa dibagi menjadi beberapa macam, yang mana diantaranya ada pentil karet, pentil dengan dasar karet dan juga pentil dengan dasar logam. Pentil ban dengan dasar logam sendiri mempunyai bagian yang berada antara cincin dan juga dasar logam yang diikat kuat oleh mur.

Maka dari itu, jika mur tersebut longgar maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi kebocoran. Pentil jenis ini biasanya digunakan pada jenis ban tubeless.

Sedangkan Pentil karet dan dasar karet biasanya dipasang dengan cara memasukkannya secara paksa ke bagian dalam lubang pentil di Velg. Pemasangannya yang ketat juga akan mencegah udara keluar dari bagian sampingnya.

Idealnya, usia penggunaan pentil secara umum adalah selama dua tahun, itu pun masih harus dibarengi dengan pemeriksaan pentil tersebut secara berkala. Biasanya pentil karet dengan bagian dasarnya berupa karet akan lebih cepat rusak jika dipaksa menekuk atau bahkan material karetnya juga bisa getas.

Sementara pentil dengan bahan dasar logam memiliki kelemahan pada bagian mur pengikat dan ring karet yang berguna untuk mencegah udara keluar dari ban mobil. Cara untuk memeriksanya pun sebenarnya mudah saja untuk dilakukan, karena anda hanya perlu menyemprotkan air sabun ke bagian pentil ban dan perhatikan apakah terdapat gelembung udara yang timbul atau tidak.

Kebocoran pentil ini sendiri bisa terjadi lantaran kualitasnya pentilnya yang “ Jelek ” layaknya pada bagian  sambungan ulir dan karet tidak menempel dengan kuat.

Seperti yang sudah pernah admin singgung diatas kalau jenis pentil pada ban tubles berbeda dengan kedua pentil ban lainnya. Harganya pun juga sungat bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Nah, itulah 4 Tips Merawat Ban Mobil yang berhasil admin rangkum & bisa admin share untuk anda pada postingan ini. Sebenarnya diluar dari ke 4 Tips tadi masih ada beberapa Tips lainnya yang masih belum tersebutkan dan bisa menjadi pembahasan nanti pada postingan selanjutnya.

Semoga informasi tersebut bermanfaat. Terimakasih & Sampai Jumpa pada postingan selanjutnya.

Posting Komentar untuk "4 Tips Merawat Ban Mobil"