Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Penyakit Mitsubishi Xpander

AttailahPetir - Mitsubishi Xpander merupakan sebuah MPV 7 seater yang memang dirancang dan diproduksi di Indonesia oleh Mitsubishi Motors. 

4 Penyakit Mitsubishi Xpander

Xpander ini sendiri pertama kali dimunculkan di situs web Mitsubishi Motors pada tanggal bulan Juli 2017 lalu. Mitsubihsi Xpander ini juga sudah mulai diperkenalkan di indonesia pada 24 Juli 2017 lalu di Jakarta dan resmi diluncurkan pada 10 Agustus 2017 melalui pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show ( GIIAS ) 2017.

Dengan kata lain, hingga tahun 2022 ini, Mitsubishi Xpander ini sudah berusia 5 tahun. Hingga saat ini, antusiasme ataupun peminat Xpander semakin bertambah dari hari ke hari.

Bahkan bisa dibilang, dipasaran mobil ini sudah mampu bersaing dengan mobil sejuta ummat yakni Toyota Avanza yang sebelumnya menjadi mobil paling diminati di indonesia. Secara keseluruhan Mitsubishi Xpander ini tersedia dalam beberapa varian yang bisa dipilih oleh masing-masing calon pengguna, yang mana diantaranya ada varian Ultimate yang menjadi varian tertingginya Mitsubishi Xpander, Xpander Cross, Xpader Sport dan kasta yang paling rendahnya adalah Mitusbishi Xpander tipe Excede

Masing-masing varian tersebut punya keunggulan maupun kelemahannya tersendiri dan pastinya harga dari setiap varian juga berbeda-beda.

Mitsubishi Xpander ini sudah dibekali mesin 1500cc ( 1499 cc ) 4 Silinder Petrol Engine yang mampu menghasilkan tenaga hingga 104 Hp dengan torsi 141 Nm. Seharusnya dengan tenaga yang dihasilkan dari mesin Xpander tersebut sudah mampu memberikan performa yang cukup pada mobil 7 seater ini untuk kebutuhan sehari-hari.

Berbagai kenggulan yang diberikan Mitsubishi pada Unit Xpander ini tentu mampu menarik perhatian berbagia orang yang hendak mencari sebuah mobil keluarga yang nyaman untuk digunakan sehari-hari.

Tapi walau bagaimanapun, Mitsubishi Xpander ini tetap punya kekurangan, bahkan punya beberapa penyakit yang menjadi keluhan bagi sebagian besar penggunanya saat ini. Diantara penyakit-penyakit tersebut 4 Penyakit Mitsubishi Xpander diantaranya akan coba kita ulas satu persatu dibawah ini.

Suspensi Meler ( Bocor )
Suspensi Xpander

Walaupun salah satu bagian yang paling diunggulkan mitsubishi pada unit Xpander ini ada pada bagian suspensinya yang sagat empuk dan sangat nyaman pada saat dijalankan, baik itu dijalanan yang rata maupun pada jalanan yang bergelombang sekalipun.

Tapi tidak bukan berarti kalau bagian ini juga bisa menjadi bagian yang paling banyak dikeluhkan oleh para pengguna Xpander. Hal tersebut terbukti dari banyaknya keluhan pengguna Mitsubishi Xpander mengenai Suspensinya yang mudah meler atau bocor.

Sebenarnya setiap orang bisa mengecek apakah suspensi Xpander ini bocor atau tidak dengan cukup mudah, yakni dengan cara masuk ke bawah kolong mobil lalu melihat setiap bagian Xpander ini apakah terdapat Rembesan pada bagian Shockbreaker atau tidak.

Sedangkan cara lainnya yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah Shockbreaker mobil ini masih bagus atau tidak adalah dengan melakukan test drive dan merasakan langsung tingkat limbung dari mobil ini atau masih nyamankah  mobil tersebut pada saat melewati jalan rusak ataupun pada saat melewati polisi tidur?

Jika seandainya Shockbreaker Mitshubishi Xpander ini sudah mulai bermasalah, maka ada baiknya untuk mengganti Shockbreaker tersebut dengan yang baru, karena akan sangat tidak nyaman jika digunakan pada beberapa kondisi.

Jika mobil yang anda gunakan tersebut merupakan mobil yang dalam kondisi baru beberapa bulan digunakan, maka anda juga masih bisa melakukan klaim garansi ke pihak Mitsubishi jika memang part tersebut masuk kedalam parts yang digaransikan.

Untuk harganya sendiri sebenarnya setiap toko yang menyediakan Shockbreaker ini bisa berbeda-beda, namun yang paling umumnya dimulai dari angka Rp 600 ribu hingga 3,5 jutaan rupiah tergantung merek dan kualitas.

Lampu Kurang Terang

Lampu merupakan salah satu komponen dari mobil yang memiliki kegunaan yang sangat penting. Selain sebagai sarana penerangan, parts yang bernama lampu ini juga berguna untuk mempercantik mobil, lampu mobil ini sendiri ternyata juga memiliki berbagai fungsi, baik bagi pengendara mobil itu sendiri maupun bagi orang lain.

Untuk sekarang ini, lampu mobil sudah tersedia dalam 3 jenis yang bisa dibilang berbeda-beda, masing-masing jenis dari lampu tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

Halogen

Jenis yang pertama adalah jenis lampu halogen, yang mana lampu jenis ini merupakan jenis lampu yang paling banyak digunakan, karena semua lampu mobil zaman dulu masih menggunakan lampu halogen ini. Selain itu, mobil-mobil murah seperti low cost green car (LCGC) maupun low multi purpose vehicle (LMPV) yang paling mudah ditemukan di jalanan indonesia ini, umumnya masih menggunakan lampu berjenis halogen ini.

Dari sisi harga, lampu halogen memang bisa dibilang sebagai lampu dengan harga yang paling terjangkau. Cahaya lampu  halogen ini sendiri berasal dari filament ataupun lampu pijar. Untuk kinerjanya sendiri sebenarnya jenis lampu halogen ini akan menghasilkan suhu tinggi dan membututhkan tegangan listrik yang tinggi juga, bahkan bisa dibilang yang paling tinggi dari kedua jenis lampu mobil lainnya yang akan coba kita bahas dibawah ini, yakni antara 35 watt – 55 watt.

HID (High-Intensity Discharge)

Selanjutnya ada Lampu HID, dimana lampu HID ini digunakan pada kendaraan kendaraan pada era 1990-an lalu dan masih digunakan pada beberapa mobil sekarang ini walaupun tidak banyak. Seperti kebanyakan teknologi baru, yang mana pada saat itu Lampu HID ini baru digunakan pada mobil-mobil mewah yang harganya selagit saja.

Cahaya dari lampu jenis HID ini tercipta dari hasil pangapian gas xenon yang berada di bagian dalam tabung. Intensitas cahayanya sendiri bisa dibilang lebih terang dari cahaya lampu halogen yang sudah kita bahas diatas sebelumnya. 

Begitu juga dengan kebutuhan listriknya yang juga bisa dibilang lebih rendah dari jenis lampu halogen, kurang-lebih hanya sekitar 35 watt saja. Namun kelemahan dari jenis lampu HID ini adalah pemasangan dan penggantiannya yang relatif lebih rumit karena memerlukan arus listrik yang berbeda plus ballast guna menyeimbangkannya.

LED (Light Emitting Diode)

Terakhir ada lampu LED yang paling umum dijumpai pada mobil-mobil modern, dimana lampu jenis ini awalnya hanya digunakan sebagai penerangan ruangan saja. meskipun digunakan pada mobil, LED ini hanya digunakan sebagai lampu rem atau aksesoris pencahayaan pelat nomor polisi saja.

Namun, seiring dengan berkembangya teknologi, lampu LED ini akhirnya bisa digunakan sebagai sumber pencahayaan utama di sebuah mobil, hal tersebut bisa dilakukan berkat intensitas cahaya dari lampu LED yang sudah jauh lebih terang, produksi suhu yang lebih rendah, dan juga penggunaan daya listrik yang lebih rendah dibandingkan dengan lampu halogen serta HID.

Penggunaan lampu LED pada sebuah mobil memang tidak membutuhkan ballast, akan tapi tetap butuh perangkat bantu lainnya seperti relay dan juga conversion kit. Kedua tersebut biasanya sudah dijual dalam satu paket di pasar aftermarket.

Dari ketiga jenis lampu tersebut, sebenarnya jenis lampu yang digunakan pada Mitsubishi Xpander ini adalah jenis lampu Halogen, jadi wajar saja jika cahaya lampu Xpander ini kurang terang dan banyak dikeluhkan oleh para pengguna mobil tersebut.

Adapun solusi yang paling bijaknya adalah dengan mengganti lampu bawaan dari Mitsubishi Xpander ini dengan lampu jenis lain, baik itu LED maupun jenis lampu HID agar cahaya yang dihasilkan bisa lebih terang dan lebih maksimal.

Untuk spesifikasi lampu yang digunakan pada Mitsubishi Xpander ini sendiri adalah jenis lampu Halogen H4 12V dengan daya yang dibutuhkan adalah sebesar 60/55 watt. Jadi, untuk anda yang memiliki Xpander dan memiliki masalah pada bagian yang satu ini, anda bisa melakukan pergantingan lampu mobil ini sendiri dengan lampu LED yang speknya sama dengan spek lampu bawaan dari mobil ini.

RPM Tidak Stabil Pada Saat Idle Up
RPM Xpander

Kestabilan putaran mesin mobil sangat dibutuhkan terutama pada saat mobil berjalan. Namun dalam beberapa kasus, pada saat mobil sedang tidak berjalan atau Idle dan hal tersebutlah yang menjadi masalah yang sering dikenal dengan istilah “ Idle Up ”.

Kasus Idle Up tersebutlah yang paling sering dijumpai oleh kebanyakan para pengguna Mitsubishi Xpander ini dan membuat sebagian besar dari mereka merasa kecewa dengan permasalahan yang timbul tersebut.

Sebenarnya RPM atau putaran mesin yang kurang stabil pada saat Idle ini bukan masalah yang terlalu serius pada Unit Mitsubishi Xpander ini, karena pada dasarnya hal tersebut terjadi akibat dari settingan Awal ECU yang kurang pas saja.

Sedikit informasi tentang ECU pada sebuah mobil, yang mana perangkat tersebut merupakan komponen mobil yang berperan sebagai seuah sirkuit elektronik utama pada suatu mobil. Nantinya ECU ini akan mengendalikan aktuator yang menggantikan sistem mekanis lain pada mobil layaknya seperti komponen injektor, electric fan, VVT dan juga komponen-komponen lainnya yang punya hubungan erat dengan perangkat elektronik.

Mengapa Ecu Mitsubishi Xpander Rusak?

Pada dasarnya ada banyak sekali penyebab ECU Mitsubishi Xpander mengalami kerusakan, adapun penyebab ECU Xpander rusak dikarenakan faktor usia dan juga jarak tempuh mobil tersebut yang sudah lumayan jauh, karena seperti yang kita tahu kalau semakin jauh jarak tempuh dan semakin tua usia sebuah kendaraan, maka akan semakin berisiko pula performa komponen ECU pada setiap mobil, hal tersebut juga tidak terkecuali dengan Mitsubishi Xpander ini. 

Ada Berapa Jenis Sih Ecu Pada Mobil?

Secara umum, ECU pada sebuah mobil yang beredar di pasaran terdiri dari beberapa jenis yang masuk kedalam kategori yang berbeda-beda, namun beberapa diantaranya yang admin tahu adalah sebagai berikut.

ECM

ECM ini adalah singkatan dari Engine Control Module, yang mana ECU jenis ini adalah jenis ECU yang khusus digunakan untuk mengatur kinerja pada mesin agar dapat bekerja dengan lebih optimal lagi. 

ECM sendiri dimulai dari starting, kemudian busi mulai bekerja hingga sampai pada proses pendinginan.

TCM

Selanjutnya ada TCM yang merupakan singkatan dari Transmission Control Module yang tidak lain adalah sebuah modul yang hanya bisa ditemukan pada jenis mobil transmisi Matic. TCM ini sendiri berguna untuk mengatur perpindahan ataupun momen transmisi mobil sesuai dengan RPM pada mesin mobil itu sendiri untuk berkendara.

PCM

Selain dari kedua jenis ECU yang sudha kita bahas diatas, PCM atau Powertrain Control Module juga merupakan salah satu jenis modul yang memang khsuus digunakan untuk mengatur kinerja bagian powertrain, yang nantinya PCM akan mempermudah driver guna memstikan aliran tenaga yang berasal dari bagian mesin sampai ke roda bisa berjalan dengan lancar dan senantiasa efisien.

BCM

BCM atau Body Control Module merupakan jenis modul yang memang khusus digunakan untuk mengatur kinerja pada bagian kelistrikan di setiap komponen kendaraan roda empat yang tidak lain adalah mobil. BCM ini terdiri dari beberapa komponen seperti lampu, wiper, klakson dan juga sistem hiburan yang terdapat di dalam kabin mobil itu sendiri.

Airbag Control Module

Airbag control module ( ACM ) merupakan sebuah modul khusus keselamatan yang memiliki tugas untuk mengembangkan kantung udara jika sewaktu-waktu terjati benturan keras pada mobil. Tentunya modul sudah sangat Familiar bagi kebanyakan orang, terutama untuk mereka yang memiliki mobil.

HVAC Control Module

Modul HVAC akan memberikan pengendalian terbaik pada bagian sirukulasi kabin ruang kabin secara otomatis. Yang pasti akan menyesuaikan secara praktis dengan kondisi cuaca di bagian luar maupun di dalam kabin mobil itu sendiri.

ABS Control Module

Terakhir ada ABS Control Module yang merupakan sebuah modul yang digunakan pada mobil sesuai dengan sistem pengereman yang berteknologikan ABS. Dimana kegunaannya adalah untuk melakukan pengaturan rem agar tidak mengunci ban yang bisa menyebabkan slip saat berada di jalanan yang licin.

Seperti yang sudah pernah admin singgung diatas tadi kalau RPM mesin yang tidak stabil pada saat Idle Up tersebut bukan merupakan penyakit yang terlalu harus dikhawatirkan oleh para pengguna Mitsubishi Xpander.

Karena pada dasarnya masalah tersebut memang berasal dari settingan awal ECU yang kurang tepat saja. Sedangkan untuk putaran mesin yang tidak selalu dalam keadaan stabil sendiri sebenarnya memiliki tujuan untuk mempertahankan kenyamanan kabin yakni untk mempertahankan putaran Kompresor AC pada Xpander ini.

Jika sendainya anda tidak merasa nyaman dengan hal tersebut, anda masih bisa membawa Mitsubishi Xpander yang anda punya ke dealer resminya masing-masing guna melakukan  settingan ulang ECU tersebut.

Roda Depan Tidak Seimbang
Roda Depan Xpander

Penyakit terakhir yang paling terasa dari Mitsubishi Xpander ini ada pada bagian Roda Depannya yang tidak seimbang. Bahkan tidak sediki dari para pengguna Xpander yang mengeluh kalau ban bagian depan seperti ada yang kempes sebelah, padahal ketika diperiksa semuanya terasa normal-normal saja.

Sebenarnya ada berbagai penyebab Roda depan ini terasa tidak seimbang, yang mana salah satunya adalah dikarenakan Shockbreaker Mitsubishi Xpander ini yang sangat rawan bocor. Adapun kemungkinan lainnya adalah karena terdapat masalah pada beberapa komponen lain dari mobil tersebut layaknya Bushing Arm, Lower Arm, Ball Joint dan juga beberapa komponen lainnya yang punya hubungan yang erat dengan kaki-kaki Xpander ini.

Sebenarnya Apa Sih Fungsi Shockbreaker Mobil?

Seperti yang kita tahu kalau Fungsi Shockbreaker adalah untuk meredam goncangan dan juga membuat mobil tetap bisa dalam keadaan stabil pada saat adanya sebuah goncangan. Maka dari itu dengan adanya shockbreaker ini diharapkan ban kendaraan bisa lebih aman dan bodi mobil tidak akan terguncang secara berlebihan yang ujung-ujungnya akan berakibat fatal pada pengendara mobil tersebut terutama pada mobil yang sedang kita bahas ini yakni Mistubishi Xpander.

Adapun cara kerja dari Shockbreaker pada sebuah kendaraan adalah dengn melakukan peredaman getaran ketika peer yang terdapat pada Shockbreaker ini bergerak dengan cara naik dan turun.

Bagaimana Cara Merawat Shockbreaker?

Sebenarnya setiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam merawat Shockbreaker pada mobil mereka masing-masing. Namun untuk Cara Merawat Shockbreaker terutama pada Mobil Xpander yang paling gampang dilakukan adalah dengan mengikuti beberapa langkah yang akan admin sebutkan dibawah ini.

Pertama silahkan anda dongkrak mobil Xpander anda masing-masing dengan peralatan yang memadai hingga posisi ban Mitsubishi Xpander anda terlihat melayang, kemudian pastikan juga kalau anda dapat melihat sebuah batang besi dari shockbreaker mobil dan ada baiknya jika menggunakan dongkrak yang punya kualitas yang baik agar hasilnya nanti juga memuaskan.

Bersihkan bagian batang dari shockbreaker dengan menggunakan air bersih, namun akan lebih baik jika anda menggunakan air yang keluar dari selang langsung yang memang notabennya air tersebut merupakan air yang mengalir. Pembersihan shockbreaker dengan air dari selang atau air yang mengalir deras ini memang perlu dilakukan guna mencegah berbagai macam kotoran maupun debu menempel di shockbreaker Xpander.

Selanjutnya pastikan juga sela-sela shockbreaker mobil xpander anda bersihkan dengan baik, agar tidak mengakibatkan seal maupn piston pada mobil lebih cepat mengalami keausan. Karena pada dasarnya, Pada mobil-mobil tertentu, shockbreaker ini biasanya sudah dilengkapi dengan karet penutup guna mencegah debu ataupun kotoran menempel nanti kedepannya.

Jika seandainya shockbreaker mobil yang anda miliki sudah dilengkapi dengan karet penutup, maka anda tinggal membersihkan karet shockbreaker tersebut secara berkala tanpa perlu mengganti karet tersebut. Namun apabila karetnya sudah rusak atau sobek, maka yang perlu anda lakukan adalah mengganti karet tersebut dengan yang baru dan selalu menghindari jalanan yang berlubang.

Jika memang terpaksa melewati jalan berlubang, maka anda harus sangat hati-hati mengendarai mobil secara perlahan, dan ada baiknya ketika berkendara untuk tidak membawa beban yang terlalu berlebih bahkan sangat dianjurkan untuk membawa penumpang sesuai dengan kapasitas dan limit yang dianjurkan oleh Pabrikan Mitsubishi pada Unit Xpander ini.

Setidaknya, dengan mengikuti beberapa tips tersebut, anda bisa menikmati Shockbreaker Mitsubishi Xpander ini dalam jangka waktu yang lebih lama dari yang seharusnya.

Nah, itu dia sedikit banyaknya informasi tentang 4 Penyakit Mitsubishi Xpander yang admin tahu dan bisa admin share untuk anda pada postingan kali ini. Semoga informasi tersebut bermafaat, Terimakasih & Sampai Jumpa pada postingan selanjutnya. 

Posting Komentar untuk "4 Penyakit Mitsubishi Xpander"