4 Bendungan Terbesard di Indonesia

Attailah Petir - Bendungan atau dam merupakan sebuah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air yang lebih dikenal oleh banyak orang dengan istilah waduk, danau, atau tempat rekreasi, seringkali bendungan ini digunakan penampung air yang dialirkan ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air, dan kebanyakan dam ini juga mempunyai bagian-bagian yang disebut dengan pintu air untuk membuang air yang berlebihan atau air yang tidak diinginkan secara bertahap maupun berkelanjutan.
Waduk/Bendungan
Waduk/Bendungan
Sedangkan kementerian Pekerjaan Umum Indonesia mendefinisikan bendungan sebagai "bangunan yang berupa tanah, batu, beton, atau pasangan batu yang dibangun selain untuk menahan dan menampung air, dapat juga dibangun untuk menampung limbah tambang atau lumpur.


Bendungan (dam) dan bendung (weir) sebenarnya merupakan struktur yang berbeda. Bendung (weir) merupakan sebuah struktur bendungan berkepala rendah (lowhead dam), yang berguna untuk menaikkan permukaan air dan biasanya ada di sungai, Air sungai yang permukaannya dinaikkan akan melimpas melalui puncak / mercu bendung (overflow), dan ini bisa digunakan sebagai pengukur kecepatan aliran air di saluran / sungai dan bisa juga sebagai penggerak pengilingan tradisional untuk negara-negara Eropa.


Di negara yang memiliki sungai cukup besar dan deras alirannya, serangkaian bendung dapat dioperasikan membentuk suatu sistem transportasi air. Di Indonesia, bendung bisa digunakan untuk kebutuhan irigasi misalnya permukaan air sungai yang lebih rendah dari permukaan tanah yang akan diairi.

Indonesia yang merupakan negara dengan banyak daerah dan memiliki curah hujan yang tinggi untuk menampung air saat musim penghujan tiba, tentunya harus memiliki banyak bendungan untuk mencukupi kebutuhan air selama musim kemarau tiba.

Maka dari hal itu, setiap daerah di indonesia pasti memiliki bendungannya masing-masing tanpa terkecuali, besar dari masing-masing bendungan di masing-masing daerah juga bisa berbeda-beda, tapi 4 Bendungan berikut ini merupakan bendungan terbesar di indonesia bahkan salah satunya menjadi bendungan terbesar di asia.


Bendungan Jatiluhur
Waduk Jatiluhur adalah sebuah waduk yang berada di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat yang letaknya lebih kurang sekitar 9 km dari pusat Kota Purwakarta, bendungan ini dinamakan oleh pemerintah sebagai Waduk Ir. H. Juanda dan menjadi salah satu waduk terbesar di Indonesia.

Bendungan Waduk Jatiluhur ini mulai dibangun sejak tahun 1957 oleh kontraktor asal Prancis  yaitu Compagnie française d'entreprise, dengan potensi air yang mampu ditampung oleh bendungan ini sebesar 12,9 miliar m3 / tahun dan menjadi waduk serbaguna pertama di Indonesia, Waduk Jatiluhur bisa dikunjungi melalui Jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi), keluar di Gerbang Tol Jatiluhur.

Waduk Jatiluhur dibangun dengan membendung Sungai Citarum dengan luas daerah aliran sungai yang mencapai 4.500 km2, selain itu, bendungan ini dibangun mulai tahun 1957 dengan peletakan batu pertama oleh Presiden RI yaitu presiden Ir Soekarno dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 26 Agustus 1967.

Pembangunan bendungan Jatiluhur ini memakan biaya sebesar US$ 230 juta, bendungan ini dinamakan bendungan Ir. H. Juanda karena untuk mengenang jasanya dalam memperjuangkan pembiayaan pembangunan Bendungan Jatiluhur ini, dimana ia yang merupakan Perdana Menteri RI terakhir yang memimpin kabinet Karya (1957 – 1959) bersama-sama dengan Ir. Sedijatmo yang dengan gigih memperjuangkan pembangunan proyek Jatiluhur ini di Pemerintah Indonesia dan juga forum internasional.

Genangan air yang terjadi akibat pembangunan Bendungan atau Waduk Jatiluhur ini menenggelamkan 14 Desa dengan penduduk yang berjumlah 5.002 orang, Penduduk tersebut kemudian sebagian dipindahkan ke daerah sekitar bendungan dan sebagian lainnya pindah ke Kabupaten Karawang, Sebagian besar penduduk waktu itu bekerja sebagai buruh tani.

Di dalam Waduk Jatiluhur, terdapat 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW yang diproduksi sebagai tenaga listrik rata-ratanya adalah 1.000 juta kwh setiap tahun dan dikelola oleh Perum Jasa Tirta II. 

Selain itu, Waduk Jatiluhur memiliki fungsi sebagai penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan dan juga pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Trita II juga.

Selain berfungsi sebagai PLTA dengan sistem limpasan terbesar di dunia, kawasan Jatiluhur ini memiliki sangat banyak fasilitas rekreasi yang memadai, seperi hotel dan bungalow, bar dan restaurant, lapangan tenis, bilyard, perkemahan, kolam renang dengan water slide, ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air, playground dan juga fasilitas lainnya. Sarana olahraga dan rekreasi air misalnya mendayung, selancar angin, kapal pesiar, ski air, boating dan masih banyak lagi fasilitas lainnya di bendungan ini.

Di perairan Danau Jatiluhur ini juga ada yang namanya budidaya ikan keramba jaring apung, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar, pada waktu siang atau dalam keheningan malam kita bisa memancing ikan tersebut dengan penuh ketenangan sambil menikmati ikan bakar dan dikawasan ini juga kita bisa melihat Stasiun Satelit Bumi yang dikelola oleh PT. Indosat Tbk. yang jaraknya lebih kurang sekitar 7 km dari pusat Kota Purwakarta, sebagai alat komunikasi internasional. Jenis layanan yang disediakan diantaranya adalah international toll free service (ITFS), Indosat Calling Card (ICC), international direct dan masih ada beberapa lagi.


Bendungan Karangkates
Bendungan atau Waduk Ir. Sutami ini adalah bendungan yang menciptakan sebuah waduk karena tertahannya aliran Sungai Brantas, waduk ini berada di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia, Bendungan ini dikelola oleh Perum Jasa Tirta I. Air dari waduk ini berasal dari mata air di Gunung Arjuno yang ditambah lagi dengan air hujan.

Waduk Ir. Sutami memiliki fungsi sebagai Berikut:

  • Pengendali banjir dengan kala ulang 50 tahun setara 1.650 m3/detik.
  • Pembangkit listrik dengan daya 3 x 35.000 kWh (488 juta kWh/tahun).
  • Penyediaan air irigasi 24 m³/dt pada musim kemarau (seluas 34.000 ha) melalui pengaliran ke hilir.
  • Pariwisata dan perikanan darat.


Waduk dikelola oleh Jasa Tirta I , pengelolaan PLTA oleh Pembangkitan Jawa-Bali

Budidaya perikanan yang dilakukan oleh warga setempat dengan menggunakan jaring terampung yang biasa disebut dengan nama kerramba atau masyarakata menyebutnya dengan sebutan kerambak. Budidaya ikan dengan memanfaatkan perairan di waduk Ir Sutami ini sudah terjadi semenjak era reformasi, yang mana sebelumnya menangkap dan juga memelihara ikan di perairan ini dilarang oleh pihak pemilik bendungan.

Selain manfaat sebagai sarana pariwisata dan perikanan, Bendungan Sutami ini yang juga biasa disebut "dam" oleh masyarakat sekitar juga memiliki manfaat lain, yaitu digunakan sebagai akses oleh para pengentara motor untuk melintas pada siang harinya dengan membayar karcis. Mereka yang sering melintas mayoritasnya adalah warga yang tinggal di wilayah selatan waduk, seperti warga Kalipare dan Donomulyo.


Bendungan Sigura-gura
Bendungan Sigura-Gura atau yang lebih dikenal dengan Waduk Sigura-Gura merupakan bendungan yang terletak 23,3 km dari hulu Sungai Asahan (Danau Toba), atau 8,8 km dari Bendungan Siruar atau pun 1 km di hilir Air Terjun Sigura-Gura, bendungan ini merupakan bendungan terbesar di Indonesia setelah Bendungan Sutami. Bendungan ini juga memiliki fungsi sebagai penjamin ketersediaan volume air dan besarnya energi air yang diperlukan bagi pembangkit tenaga listrik di PLTA Sigura-Gura.

Bendungan sigura-gura ini mulai dibangun pada bulan Mei 1978 dan baru bisa selesai pada bulan Desember 1981, Bendungan Sigura-Gura berjenis struktur Beton Gravity yang tingginyamencapai 46 meter dari dasar Sungai Asahan, dengan volume 6.140.000 m3. Bendungan ini digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik untuk Pabrik Aluminium (INALUM).

Semua kontrol seperti membuka dan menutup pintu air, menjalankan atau menghentikan putaran turbin, menurunkan atau menaikkan pembangkit tenaga listrik oleh generator dan lain-lainnya diatur melalui satu tempat yaitu rumah pengendali.

Listrik yang dibangkitkan di Stasiun Pembangkit Listrik Siguragura ini selanjutnya dialirkan ke Kuala Tanjung. Namun sebelum dialirkan ke Kuala Tanjung, arus listrik diatur di Rumah Pengendali ini dikerjakan dengan bantuan komputer di rumah pengendali PLTA Sigura-Gura, dengan sistem kendali jarak jauh, Rumah pengendali digunakan untuk mengendalikan pengoperasian semua PLTA yang akan dibangun di sepanjang Sungai Asahan.

Stasiun Pembangkit Listrik Sigura-Gura ini dibangun pada kedalaman 200 meter dibawah permukaan tanah, yang terdiri dari dua ruangan besar, yaitu ruang pembangkit listrik dan ruang transformator utama, yang dilenkapi dengan 4 perangkat pembangkit tenaga listrik (turbin), Sigura-Gura dapat menyediakan tenaga listrik sebesar 206 MW dan di suplay ke berbagai daerah di sekitar pembangkit.


Bendungan Batutegi
Bendungan batu tegi merupakan sebuah bendungan atau waduk yang berada di provinsi lampung, pembangunan bendungan Batutegi dimulai dari tahun 1995 yang dibangun dengan dana APBN dan bantuan Japan Bank For International Coorperation (JBIC), jasa pembangunan batutegi ini berasal dari dalam dan luar negeri agar bisa menyelesaikan salah satu bendungan terbesar di indonesia ini, Ada PRC Engineering dari Amerika, Sinotech dari Taiwan, dan Kadenus yang merupakan konsultan dalam negeri. 

Bendungan ini bertipe urugan batu dengan inti tanah,selain itu bendungan ini juga merupakan bendungan yang memiliki volume normal 687,767 juta m3, serta luas genangan air seluas 16 km2 yang jika banjir datang, volume air akan meningkat menjadi 859,827 juta m3.

Untuk mengoperasikan irigasi air, tentunya bendungan batutegi ini akan membutuhkan air elevasi setinggi 274 mdpl. Sedangkan, untuk pengairan bisa membutuhkan air dengan elevasi setinggi 274 mdpl, dan untuk PLTA dibutuhkan 253 mdpl. Bendungan Batu tegi ini juga dimanfaatkan sebagai irigasi 90000 ha dan Pembangkit Listrik Tenaga Air sebesar 125,2 GWH/thn.

Bendungan batu tegi ini memiliki sanga banyak kegunaan untuk daerah di Provinsi Lampung, Selain berfungsi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan irigas, bendungan ini juga menjadi penyedia bahan baku air minum untuk Kota Bandar Lampung, Metro, dan daerah Beranti di Kabupaten Lampung Selatan, dan bendungan ini juga berfungsi sebagai penyedia pasokan listrik untuk PLN, sebanyak 2x 14 Mw di Lampung, selain itu juga Bendungan Batu tegi digunakan untuk menahan aliran dari dua sungai, yaitu Way Sekampung dan juga Seputih.

Bendungan batu tegi ini mempunyai keunikan tersendiri dari bendungan-bendungan lainnya di Lampung, yaitu terdapat sebuah jembatan raksasa yang seolah menjadi pembatas diantara kedua sisi perbukitan. Bagian sisi sebelah kiri terdapat genangan air tawar raksasa yang tampak seperti lautan yang mengambang diantara deretan perbukitan. 



Saya Attailah asal Aceh 26 tahun hobi menulis.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »